Sebelumnya diberitakan WhatsApp memiliki celah keamanan siber ini membuat orang jahat bisa mengubah isi pesan yang sudah dikirim seseorang.
Misalnya pesan berisi, "kamu akan dapat kenaikan gaji 500 ribu" diubah menjadi "kamu akan dapat kenaikan gaji Rp900 ribu".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Keamanan WhatsApp Jadi Celah Sabotase Pesan |
Selain itu, celah keamanan ini juga bisa membuat seseoarang untuk mengubah identitas pengirim pesan dengan menggunakan fungsi 'kutipan' atau 'quote'.
"Kami sangat menyarankan untuk terus memerhatikan kapan pembaruan WhatsApp dirilis dan segera lakukan pengunduhan versi terbaru agar tetap aman," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (9/8).
"Kami sangat menyarankan untuk terus mengawasi kapan pembaruan WhatsApp dirilis dan segera lakukan pengunduhan versi terbaru agar tetap aman," tuturnya.
Menurutnya celah keamanan ini berpotensi pada munculnya tuduhan-tuduhan yang merugikan akibat menyebarnya pesan palsu.
Oleh karena itu, Victor juga menyarankan agar pengguna melakukan konfirmasi ke penulis pesan apabila tidak yakin bahwa pesan tersebut dikirimkan oleh penulis.
Sebelumnya, celah keamanan WhatsApp ini diumumkan oleh perusahaan keamanan siber Chekpoint. Namun, celah keamanan itu telah berhasil diperbaiki oleh Facebook.
Facebook yang notabene pemilik WhatsApp belum memberikan komentar soal masalah ini. Vanunu mengatakan Facebook telah memberi tahu mereka bahwa masalah lain tidak dapat diselesaikan karena 'keterbatasan infrastruktur' di WhatsApp. (eks)