Kenali Tipe Wadah Plastik yang Aman buat Simpan Daging Kurban

CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 11:46 WIB
Ilustrasi (iStock photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wadah plastik untuk menyimpan tempat makanan dan minuman adalah hal yang lumrah dilakukan saat ini. Tetapi Anda mesti mengenali tipe wadah plastik yang aman untuk menyimpan makanan dan minuman tersebut. Hal ini untuk menghindari zat berbahaya pada plastik bisa ikut terbawa di makanan.

Sebab, tak semua plastik aman digunakan. Beberapa wadah plastik dirancang agar bisa digunakan berkali-kali. Namun, sebagian plastik menghasilkan bahan berbahaya setelah beberapa kali pakai. Beberapa plastik mudah untuk didaur ulang. Tapi ada juga plastik yang perlu pemrosesan rumit agar bisa didaur ulang.

Sebelumnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyarankan untuk tidak membungkus daging di dalam kresek berwarna hitam lantaran plastik tersebut memiliki kandungan zat yang ada dapat membahayakan kualitas daging.


Kandungan zat berbahaya ini bisa terlepas ke makanan atau minuman jika kemasan plastik terpapar panas. Untuk itu jauhkan penggunaan wadah plastik dari panas dan perhatikan keterangan wadah tersebut maksimal bisa tahan hingga suhu berapa. Keterangan ini biasanya terdapat pada bagian bawah kemasan. Jika tidak ada, baiknya hindari kontak panas pada wadah tersebut.

Untuk itu patut dikenali tipe wadah plastik yang aman digunakan untuk membungkus, menyimpan, dan menyajikan masakan daging kurban pada hari Raya Idul Adha ini.

Berdasarkan tipe dan kegunaan plastik, terdapat tujuh kategori plastik yang digunakan untuk menyimpan makanan. Jenis plastik ini bisa diketahui dari penomoran yang biasanya ada dibagian belakang atau di bawah wadah plastik dan kemasan.

1 - Polyethylene Terephthalate (PET/PETE/Polyester)
Kenali Tipe Wadah Plastik yang Aman buat Simpan Daging KurbanMinuman dalam kemasan biasanya menggunakan botol PET (CNN Indonesia/Hesti Rika)


PET biasanya digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman dalam kemasan. Sebab, plastik karena kemampuannya yang kuat untuk mencegah oksigen masuk dan merusak produk yang ada di dalamnya. Plastik jenis ini juga membantu menjaga agar karbon dioksida dalam minuman berkarbonasi tidak keluar.

PET dengan kode 1, banyak digunakan untuk minuman dalam kemasan. Kemasan ini mengandung antimoni trioksida atau karsinogen yang bisa menyebabkan kanker. Semakin lama makanan atau cairan disimpan di kemasan PET makin besar kemungkinan antimoni masuk dalam makanan. Terutama jika kemasan terpapar suhu panas.

2 - High-Density Polyethylene (HDPE)


HDPE biasanya digunakan sebagai tas belanja, penyimpan jus, botol sampo, dan botol obat-obatan. Tidak hanya dapat didaur ulang, plastik HDPE juga secara relatif lebih stabil dari PET, dan lebih aman untuk menyimpan makanan dan minuman.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan jika kemasan ini terpapar sinar ultraviolet bisa menghasilkan zat kimia yang menyerupai estrogen dan mengganggu sistem hormon manusia.

[Gambas:Video CNN] (hrd/eks)
1 dari 3