Jejak Dunia Dinosaurus Ditemukan di Australia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 08:09 WIB
Jejak Dunia Dinosaurus Ditemukan di Australia Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / VANDERLEI ALMEIDA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jejak 'Dunia Jurasik' atau zaman ketika dinosaurus berjalan di atas muka bumi ditemukan di Australia Tengah. Temuan ini merupakan penemuan 100 gunung berapi bawah tanah purba di Lembah Cooper-Eromanga.

Lembah Cooper-Eromanga adalah wilayah penghasil minyak dan gas darat terbesar di Australia. Meskipun telah 60 tahun melakukan eksplorasi dan produksi minyak bumi, lanskap bawah tanah jurasik vulkanik kuno ini telah luput dari perhatian.

Diterbitkan dalam jurnal Gondwana Research, para peneliti menggunakan teknik pencitraan bawah permukaan canggih yang hampir sama dengan pemindaian CT medis. Teknik digunakan untuk mengidentifikasi sejumlah besar kawah vulkanik dan aliran lava, dan ruang magma yang lebih dalam.


Gunung berapi ini berkembang pada periode Jurasik, antara 180 dan 160 juta tahun yang lalu, dan telah terkubur di bawah ratusan meter batuan sedimen.

"Sementara sebagian besar aktivitas vulkanik bumi terjadi di batas lempeng tektonik, atau di bawah lautan bumi, dunia Jurassic kuno ini berkembang jauh di dalam pedalaman benua Australia," salah satu penulis jurnal, Simon Holford dari University of Adelaide's Australian School of Petroleum seperti dilansir Phys.

Lembah Cooper-Eromanga Basins saat ini memiliki lanskap kering dan tandus, tetapi di masa Jurasik para peneliti mengatakan lembah ini adalah lanskap yang dipenuhi kawah dan celah.

Lembah ini memuntahkan abu dan lava panas ke dalam air, dan dikelilingi oleh jaringan saluran sungai, berevolusi menjadi danau besar dan rawa-rawa batu bara.

"Penemuan ini  meningkatkan prospek bahwa dunia vulkanik yang lebih banyak ditemukan berada di bawah permukaan Australia yang kurang dieksplorasi," katanya.

Mengutip Daily Mail, para peneliti mengatakan bahwa batuan sedimen berumur Jurasik yang mengandung minyak, gas dan air secara ekonomi penting bagi Australia. Akan tetapi, penemuan terbaru ini menunjukkan lebih banyak aktivitas vulkanik pada periode Jurasik daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Cekungan Cooper-Eromanga secara substansial telah dieksplorasi sejak penemuan gas pertama pada tahun 1963.  Akan tetapi gunung berapi belum pernah dipahami dengan baik di wilayah ini sampai sekarang," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)