Astronom Deteksi 8 Sinyal Misterius di Antariksa

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 08:50 WIB
Astronom Deteksi 8 Sinyal Misterius di Antariksa Ilustrasi. (AFP PHOTO / Ye Aung THU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah astronom Amerika dari Universitas Cornell berhasil mendeteksi delapan sinyal di antariksa yang dikenal sebagai fast radio bursts (FRBs). Fenomena ini diklaim masuk ke dalam salah satu misteri terbesar di alam semesta.

Laporan itu tersedia dalam The Astrophysical Journal Letters yang tercantum di laman resmi Universitas Cornell. Astronom menjelaskan bahwa delapan sinyal tersebut berulang kali terdeteksi oleh teleskop radio Eksperimen Pemetaan Intensitas Hidrogen Kanada (CHIME).

Tertangkapnya sinyal FRB menjadi momentum bagi para astronom untuk mulai membangun basis data statis repeater, yang dapat membantu mereka untuk mengetahui secara spesifik sinyal tersebut.


Sebagian besar FRB diketahui hanya terdeteksi sekali dan tidak dapat diprediksi. Maka dari itu, repeater sangat lah penting agar melacak lebih banyak lagi sinyal dan menentukan jenis lingkungan mana mereka berasal.
"Kami sudah tahu dari FRB 121102 bahwa semburan itu bisa sangat berkelompok, kadang sumbernya tidak meledak selama berjam-jam. Kami telah mengamati hal yang sama pada FRB 180916 yang menghasilkan 10 letupan sinyal," kata fisikawan Ziggy Pleunis dari Universitas McGill dikutip ScienceAlert.

Kendati demikian, enam FRB hanya berkedip satu kali dan memiliki jeda terpanjang antar sinyal lebih dari 20 jam. Sementara FRB kedelapan hanya berkedip sebanyak tiga kali.

Selain itu terdapat penyimpangan frekuensi yang dialami oleh dua sinyal yakni FRB 121102 dan 180814. Kedua sinyal itu menunjukkan pergeseran frekuensi yang semakin rendah.

"Saya pikir ada beberapa informasi yang sangat penting dalam struktur itu [sinyal] sehingga kita perlu mencari cara untuk menyandikan dan sangat menyenangkan untuk mencoba mencari tahu apa sebenarnya sinyal itu," tutur Pleunis.
Teleskop CHIME sendiri dioptimalkan untuk memantau gelombang langit yang sangat luas, melintasi rentang frekuensi yang lebih rendah daripada teleskop radio seperti ASKAP atau Parkes Observatory di Australia.

Sejauh ini, astronom berpendapat bahwa pendekatan CHIME terbukti sangat efektif dalam pendeteksian. Selain delapan sinyal yang terdeteksi, awal tahun 2019 CHIME juga berhasil mendeteksi dua sinyal yakni FRB 121102 pada Januari dan FRB 180814 bulan Februari. (din/age)