Snap Kembali Coba Peruntungan Lewat Kacamata Spectacles 3

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 16:50 WIB
Snap Kembali Coba Peruntungan Lewat Kacamata Spectacles 3 Spectacles 3. (Foto: snap.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Induk perusahaan SnapchatSnap kembali memperkenalkan generasi ketiga kacamata pintar Spectacles. Dibandingkan dua pendahulunya, Spectacles 3 kini dibekali fitur video dengan efek 3D.

Perusahaan milik Evan Spiegel ini mengatakan lensa kacamata dibekali teknologi dual HD untuk menangkap objek dengan kedalaman dan dimensi 3D dengan mekanisme yang sama seperti mata manusia.

Disamping fitur 3D, generasi terbaru Spectacles ini hadir dengan desain lebih ramping dan lensa bulat. Lensa ini juga bisa dipakai pengguna untuk mengabadikan foto dan video dengan menekan tombol yang terdapat di kedua sisi lensa.


Hasil foto dan video dari kacamata pintar akan ditransfer ke aplikasi Snpachat. Pengguna juga bisa menambahkan efek khusus dari foto dan video yang diabadikan menggunakan Spectacles.

Snap mengatakan pihaknya belum menyerah untuk menggarap kacamata pintar karena masih melihat ceruk bisnis yang akan berkembang. Teknologi augmented reality disebut masih akan tumbuh bukan hanya di layar sebesar ponsel.

"Hari ini kami dengan antusias memperkenalkan Spectacles 3, versi terbaru kacamata dengan kamera ganda yang didesain untuk mengabadikan objek dalam format 3D," tulis Snap di situs resminya, Selasa (13/8)

Snap memastikan kacamata pintar terbarunya ini sudah bisa dipesan dengan opsi warna hitam dengan sapuan 'mineral' serta 'nuansa' rose-gold.

Belajar dari 'kesalahan' dua pendahulunya, Snap kali ini tidak terlalu ambisius dalam memasarkan Spectales. Perusahaan memastikan akan menjual kacamata pintarnya dalam 'edisi terbatas' dengan banderol US$380 atau sekitar Rp5,4 juta (US$1=Rp14.257).

Analis dari lembaga riset eMarketer, Debra Aho Williamson mengatakan ia ragu dengan eksperimen Snap lewat produk kacamata berteknologi AR. Ditambah harga yang dinilai terlalu tinggi untuk sebuah kacamata pintar.

"Harganya terlalu tinggi dan antarmuka yang kemungkinan besar membuat pengguna Snapchat terasa kikuk dengan cara kerja kamera menjadi faktor penghambatnya," ungkap Williamson seperti dilansir CNN.

[Gambas:Video CNN]
(evn)