Dilansir dari Reuters, robot ini dinamakan Arque. Alat berwarna abu-abu ini meniru ekor cheetah dan hewan lain yang digunakan untuk menjaga keseimbangan hewan ketika berlari dan memanjat.
"Ekor menjaga keseimbangan seperti pendulum," kata seorang mahasiswa pascasarjana dan peneliti di Embodied Media Project universitas Junichi Nabeshima sembari menampilkan ekor robot yang melekat di pinggangnya dengan sabuk pengaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika manusia memiringkan tubuh mereka ke satu arah, ekor bergerak ke arah yang berlawanan," ujarnya.
Selain membantu orang tua, tim juga mencari penerapan Arque untuk industri. Misalnya, untuk bantuan keseimbangan bagi pekerja gudang yang membawa beban berat.
"Saya pikir akan lebih baik untuk memasukkan ekor prostetik yang dikembangkan lebih lanjut ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang mencari sedikit bantuan untuk menyeimbangkan," kata Nabeshima
Tentu saja, mengenakan ekor di rumah masih bisa dimaklumi, tapi berkeliaran di depan umum dengan itu adalah hal lain.
Akan Tetapi, James Patton, seorang profesor bioteknologi di University of Illinois di Chicago, optimis terkait potensi komersialisasi robot ekor. "Aku suka idenya," katanya. "Saya pikir, jumlah kegilaan yang tepat membuat semua orang terangsang."
Patton mengatakan dia bisa melihat ekor digunakan dalam pusat rehabilitasi. Ekor robot bisa digunakan agar pasien pulih dari cedera neurologis atau ortopedi.
Meskipun tubuh manusia tidak memiliki ekor fungsional seperti hewan lain, kita melihat potensi ekor robot untuk bidang augmentasi manusia dan menambahkan fungsi baru ke tubuh kita."
"Dalam beberapa situasi, tubuh kita mungkin kurang memiliki kemampuan untuk mendukung atau menyeimbangkan kita, seperti dalam skenario dengan keseimbangan pijakan yang buruk," ujar Nabeshima. (jnp/eks)