Peneliti Jepang Ciptakan Ekor Seimbangkan Orang Tua

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 01:51 WIB
Peneliti Jepang Ciptakan Ekor Seimbangkan Orang Tua Ilustrasi (GREG BAKER / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jutaan tahun telah terlewati sejak nenek moyang manusia berevolusi untuk menghilangkan ekor. Namun, saat ini peneliti Jepang malah mengembangkan menemukan sebuah perangkat robotik berbentuk ekor yang membantu orang tua untuk menjaga keseimbangan.

Dilansir dari Reuters, robot ini dinamakan Arque. Alat berwarna abu-abu ini meniru ekor cheetah dan hewan lain yang digunakan untuk menjaga keseimbangan hewan ketika berlari dan memanjat.

"Ekor menjaga keseimbangan seperti pendulum," kata seorang mahasiswa pascasarjana dan peneliti di Embodied Media Project universitas Junichi Nabeshima sembari menampilkan ekor robot yang melekat di pinggangnya dengan sabuk pengaman.


Arque ini diciptakan oleh tim peneliti di Universitas Keio Japan. Alat ini akan menjaga keseimbangan manusia.

"Ketika manusia memiringkan tubuh mereka ke satu arah, ekor bergerak ke arah yang berlawanan," ujarnya.

Ekor robot ini menggunakan empat otot buatan dan udara terkompresi untuk bergerak dalam delapan arah. Ke depannya, Nabeshima mengatakan peneliti akan mencari cara agar ekor lebih fleksibel.

Selain membantu orang tua, tim juga mencari penerapan Arque untuk industri. Misalnya, untuk bantuan keseimbangan bagi pekerja gudang yang membawa beban berat.

Ekor robot juga dapat digunakan untuk mengganggu keseimbangan . Misalnya untuk memberikan pengalaman nyata ke game virtual reality.

"Saya pikir akan lebih baik untuk memasukkan ekor prostetik yang dikembangkan lebih lanjut ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang mencari sedikit bantuan untuk menyeimbangkan," kata Nabeshima

Tentu saja, mengenakan ekor di rumah masih bisa dimaklumi, tapi berkeliaran di depan umum dengan itu adalah hal lain.

Akan Tetapi, James Patton, seorang profesor bioteknologi di University of Illinois di Chicago, optimis terkait potensi komersialisasi robot ekor. "Aku suka idenya," katanya. "Saya pikir, jumlah kegilaan yang tepat membuat semua orang terangsang."

Patton mengatakan dia bisa melihat ekor digunakan dalam pusat rehabilitasi. Ekor robot bisa digunakan agar pasien pulih dari cedera neurologis atau ortopedi.

Dilansir dari NBC, ekor robot ini dipresentasikan pada Juli di sebuah konferensi di Los Angeles.

Meskipun tubuh manusia tidak memiliki ekor fungsional seperti hewan lain, kita melihat potensi ekor robot untuk bidang augmentasi manusia dan menambahkan fungsi baru ke tubuh kita."

"Dalam beberapa situasi, tubuh kita mungkin kurang memiliki kemampuan untuk mendukung atau menyeimbangkan kita, seperti dalam skenario dengan keseimbangan pijakan yang buruk," ujar Nabeshima. (jnp/eks)