'Ongkos Mahal' Kebakaran Hutan di Indonesia

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 18:27 WIB
Karhutla. (CNN Indonesia/Hafidz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa pekan lalu, Walhi mengungkap Indonesia masuk dalam kondisi mengkhawatirkan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari data Walhi, titik panas secara nasional dari Januari hingga Juli 2019 terdapat 4.258 titik panas dengan 2.087 di antaranya terletak di kawasan konsesi dan kesatuan hidrologi gambut (KHG).

Lokasi tersebut menyebabkan potensi kebakaran ketika musim kering hadir semakin tinggi. Pasalnya, komposisi gambut dari bahan bakar sisa tumbuhan sampai di bawah permukaan, membuat api di lahan gambut mudah menjalar.


Tak hanya mudah terbakar, api dalam lahan gambut pun sulit dipadamkan sehingga kebakaran bisa berlangsung lama. Baru-baru ini terjadi karhutla di Palangka Raya. Belum usai karhutla di sana, karhutla kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Selain berbahaya karena kandungan dalam asap kebakaran hutan. Karhutla memiliki banyak dampak negatif lainnya.

Berdasarkan buku Lindungi Diri dari Bencana Kabut Asap yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terdapat empat dampak akibat karhutla yakni dampak langsung, dampak kesehatan, dampak ekonomi dan dampak ekologis.

Berikut penjelasannya:

Dampak Langsung

Berdasarkan buku WHO dan Kemenkes, dampak langsung dari karhutla akan membuat rusaknya infrastruktur serta hilangnya aset pertanian, perkebunan dan kehutanan. Karhutla tak sedikit pula menelan korban jiwa manusia. Selain itu, untuk kasus kebakaran kebakaran besar, tak jarang harus dilakukan evakuasi pemukiman penduduk.
Dampak Ekonomi

Secara ekonomi hilangnya hutan akan membuat kerugian. Dari sisi ekonomi ada tiga kerugian yakni kehilangan keuntungan karena deforestasi, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pelepasan emisi karbon.

Dampak Kesehatan

Sementara itu, untuk kesehatan, kandungan dalam asap kebakaran hutan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti pernapasan.

Dampak ekologis karhutla berlanjut ke halaman berikutnya...
HALAMAN :
1 2