Perusahaan asuransi Adira Insurance membeberkan hitung-hitungan perbaikan mobil listrik usai kecelakaan. Dikatakan biaya perbaikannya bisa lebih mahal 20 - 25 persen ketimbang mobil konvensional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wayan menjelaskan biaya perbaikan lebih mahal karena populasi mobil listrik di Indonesia masih sangat sedikit. Sementara semua komponen untuk mobil tanpa emisi itu harus didatangkan langsung dari luar negeri atau impor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut dia, penanganan mobil listrik saat ini tidak bisa dipegang sembarang mekanik. Hanya teknisi tertentu atau yang punya keahlian khusus diperbolehkan menangani kerusakan pada mobil listrik.
"Karena ongkos impor tadi dan keahlian yang dibutuhkan untuk memperbaiki pasti bukan mekanik biasa, pasti mekanik senior, atau lebih tua," kata Wayan.
Ia menuturkan nantinya klaim asuransi mobil listrik tidak akan berbeda dari kendaraan bermesin bakar. Menurut dia lagi meski baterai merupakan komponen paling mahal di mobil listrik, komponen ini disebut tidak akan diberi keistimewaan khusus.
"Nah memang komponen paling mahal ya baterai. Tapi kalau tabrakan, baterai ini terbagi ke beberapa kompartemen. Jadi tidak perlu langsung ganti kalau ada rusak risak. Jadi misal ada beberapa slot. Ya ganti slotnya saja. Nah itu nanti detailnya," kata Wayan. (ryh/fea)