Apophis, Asteroid yang Bakal Mendekati Bumi pada 2029

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 10:28 WIB
Apophis, Asteroid yang Bakal Mendekati Bumi pada 2029 Ilustrasi. (NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah ilmuwan NASA mendeteksi sebuah asteroid berukuran sangat besar akan mendekati Bumi pada 2029 mendatang. Asteroid bernama Apophis tersebut memiliki lebar sekitar 1.100 kaki atau setidaknya 340 meter.

Kendati demikian, banyak kalangan menghimbau untuk tidak terlalu mengkhawatirkan Apophis, salah satunya CEO SpaceX Elon Musk. Dia mencuitkan tidak menaruh perhatian terhadap asteroid ini namun tetap harus waspada karena saat ini Musk menilai belum ada sistem pertahanan yang mumpuni untuk mencegah Apophis.

Dilansir Space, Apophis hanyalah satu dari ribuan asteroid yang telah teridentifikasi oleh ilmuwan NASA. Mereka pun menjamin Apophis dan Bumi tak akan pernah bertemu.


Sebab, bakal ada proses tarik-menarik gravitasi selama pertemuan Bumi dan Apophis tahun 2029 yang memungkinkan asteroid membelokkan jalurnya. Namun jika situasi ini berubah, maka asteroid akan menghantam Bumi.
Ilmuwan NASA kembali menegaskan bahwa sekitar 80 persen Apophis berpotensi berbahaya bagi kelangsungan hidup umat manusia di Bumi.

Maka dari itu, mereka tengah memulai untuk mengidentifikasi seberapa banyak asteroid membentang dan bagaimana radiasi matahari menghangatkan satu sisi batuan asteroid yang dapat mempengaruhi jalur orbitnya.

Melalui laman resminya, NASA telah mengungkap sejumlah metode untuk mencegah asteroid menabrak Bumi, salah satunya teknik traktor gravitasi. Teknik ini melibatkan pesawat ruang angkasa yang akan berhadapan dengan asteroid untuk mempertahankan posisi relatif benda langit itu.

Pesawat itu akan menggunakan tarikan gravitasi timbal-balik antara satelit dan asteroid untuk secara perlahan mengubah jalannya asteroid.
Selain teknik traktor gravitasi, metode penabrak kinetik merupakan sistem yang paling sederhana dan paling matang secara teknologi untuk bertahan melawan asteroid.

Sebuah pesawat antariksa diluncurkan dan membantingkan diri ke asteroid dengan kecepatan beberapa kilometer per detik. Para ilmuwan NASA akan menguji dampak dari metode ini melalui misi Uji Redirect-Asteroid (DART) tahun 2022.

[Gambas:Video CNN] (age/age)