Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan aplikasi hologram bisa menjadi peluang bisnis saat kampanye 5 tahun mendatang. Sesuai namanya, aplikasi ini bisa menampilkan secara utuh seseorang dalam tampilan hologram.
"Hologram akan menjadi bisnis saat kampanye 2024. 'Killer application' capres 2024. Dengan menggunakan aplikasi ini dan memanfaatkan 5G bisa menjadi 'killer app' pada 2024," ujar Rudiantara, Rabu (21/8) di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji coba menggunakan teknologi hologram ini berjalan di jaringan 5G menggunakan frekuensi 28 Ghz dengan lebar 100 mHz. Yessie menjelaskan hadirnya hologram tidak mungkin terjadi tanpa kesiapan bandwidth yang lebar dan besar serta latency yang kecil.
Dalam kesempatan yang sama, CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkap pihaknya masih menyiapkan bisnis model untuk implementasi 5G.
"Sekitar 3 tahun lagi (untuk 5G)," ungkapnya.
XL mengungkap telah melakukan berbagai sejak dua tahun terakhir, terutama dalam menyiapkan ekosistem pendukungnya. Salah satunya adalah menyiapkan jaringan data berkapasitas besar dengan cara melakukan fiberisasi di seluruh jaringan.
Fiberisasi akan mampu meningkatkan kapasitas transport jaringan hingga lebih dari 5x lipat dibandingkan transport bukan fiber. Selain itu, uji coba teknologi 5G di jaringan XL Axiata kembali dilaksanakan untuk menguji berbagai aspek teknis dan teknologi. (age)