Gojek Sebut dapat Lampu Hijau Mengaspal di Malaysia

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 16:30 WIB
Gojek Sebut dapat Lampu Hijau Mengaspal di Malaysia Pengemudi Gojek (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek angkat suara soal pertemuan mereka dengan pemerintah Malaysia pada Senin (19/8) kemarin. Perusahaan menyatakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir  Mohamad telah memberi lampu hijau kepada Gojek untuk mengaspal di negeri jiran.

"Pertemuan antara Gojek dengan Perdana Menteri Malaysia beserta jajaran beberapa waktu yang lalu membahas berbagai hal. Diskusi berjalan sangat baik dan kami sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah Malaysia atas peluang yang diberikan bagi Gojek untuk dapat beroperasi di Malaysia," kata juru bicara Gojek melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (21/8).

Lebih lanjut Gojek mengatakan keterbukaan pemerintah Malaysia itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi para pelaku ekonomi mandiri dan membantu SME (small medium enterprise) Malaysia atau usaha kecil menengah (UKM).


"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk ekspansi internasional Gojek berikutnya," pungkas Juru Bicara Gojek.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengungkap pertemuannya dengan pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim dan Presiden Gojek Andre Soelistyo untuk membicarakan kondisi warga Malaysia yang menggantungkan hidupnya melalui sepeda motor.

Dalam akun resmi Instagramnya, Saddiq mengungkap akan melakukan pembicaraan serius dengan kehadiran Gojek di Malaysia.

Saddiq juga membuat sebuah jajak pendapat di Twitter kepada para pengikutnya, dia bertanya apakah anak muda Malaysia menyetujui kehadiran Gojek di Malaysia atau tidak. Dari 56.427 orang yang berpartisipasi, 88 persen setuju atas kehadiran Gojek dan 12 persen di antaranya tidak setuju.

Sebetulnya pada ada awal 2019, Gojek mengungkap belum memiliki rencana untuk mengaspal di Malaysia. Saat ini, Gojek sudah mengaspal di Vietnam, Thailand dan Singapura.

Namun, di Vietnam dan Thailand tidak menggunakan nama Gojek. Sedangkan di Filipina, Gojek masih terganjal regulasi hingga saat ini. (din/eks)