Gojek Buka Suara Perluasan Kenaikan Tarif Ojek Online

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 13:33 WIB
Gojek Buka Suara Perluasan Kenaikan Tarif Ojek <i>Online</i> Ilustrasi. (Foto: dok. Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek mengaku telah menyesuaikan tarif ojek online sesuai dengan penerapan perluasan tarif di 88 kota atau kabupaten pada Jumat (9/8). Penyesuaian tarif telah dilakukan oleh Gojek terhitung mulai 9 Agustus 2019.

Penerapan tersebut tertuang pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348  tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

"Kami telah menerima instruksi dari Kemenhub terkait jumlah kota tambahan untuk penerapan tarif sesuai dengan KP 348/2019. Per hari ini (Jumat 9 Agustus 2019) Kami telah menyesuaikan tarif sesuai arahan tersebut dengan menyesuaikan biaya sasa di wilayah tambahan yang ditentukan," kata VP Corporate Affairs Gojek, Michael Say kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/8).


Michael menjelaskan penyesuaian tarif ini dilakukan demi memastikan pendapatan mitra berkesinambungan. Hal ini sesuai visi misi pemerintah yang ingin mendukung iklim persaingan yang sehat tanpa adanya perang tarif.

"Gojek memiliki misi yang sama dengan pemerintah untuk memastikan pendapatan mitra driver yang berkesinambungan dan mendukung iklim persaingan yang sehat," ujarnya.

Michael mengatakan Gojek berupaya memastikan kenaikan tarif akan tetap memuaskan pengguna maupun mitra Gojek. 

Sebelumnya, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan penerapan tarif baru merupakan perluasan dari kebijakan tarif yang dimulai pada 1 Mei 2019 dan dilanjutkan pada 1 Juli 2019. Pada dua tahap tersebut, penerapan tarif baru sudah mencakup 45 kota/kabupaten.

Penerapan tarif baru ini akan berlaku di zona I dan zona III. Sementara itu, zona II yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sudah tidak mendapat penyesuaian tarif baru karena tarifnya sudah lebih dulu disesuaikan beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)