4 Aspek yang Harus Diperhatikan untuk Jadi Smart City

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 20:55 WIB
4 Aspek yang Harus Diperhatikan untuk Jadi Smart City Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsep kota pintar (smart city) memiliki kaitan erat dengan pemanfaatan teknologi dan big data di kalangan pemerintah dan swasta. Sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bandung mulai mengadopsi konsep ini.

Herbert Ang, Presiden direktur Acer Indonesia mengatakan untuk mewujudkan kota pintar, pemerintah harus membuat aturan yang bagus dan jelas agar bisa berjalan optimal.

Menyoal permasalahan perkotaan, Herbert mengatakan setidaknya ada empat aspek utama yang harus diperhatikan. Keempatnya antara lain smart power, smart water, smart agriculture, dan pengukuran kualitas limbah.


"Keempat komponen tersebut bisa dipakai oleh pemerintah dan korporasi swasta. Misal pemerintah ingin mengetahui kandungan dalam air sungai atau penampungan air minum bisa memakai smart meter, apakah kandungannya masih bagus atau tidak," terang Herbert disela presentasi di acara 'The Next Gen Enterprise & IoT Solution' di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/8).

Didit Haryanto, product manager Acer Indonesia menambahkan dari keempat aspek tersebut, solusi 'smart water' bisa dikedepankan menjadi fokus utama. Solusi ini juga bisa dipakai untuk mempelajari kualitas limbah yang kemungkinan mencemari air.

Dibandingkan tiga aspek lainnya, Didit mengatakan jika berkaca pada kondisi air sungai di Pulau Jawa yang belakangan kian mengkhawatirkan.

"Untuk Pulau Jawa urgensinya 'smart water' karena sungai kondisinya mengkhawatirkan. Kita coba pendekatan ke mitra yang tidak pakai teknologi untuk bisa memantau kondisi kandungan air sungai atau di tempat penampungan air, atau fish farming, tambak juga bisa," jelasnya di kesempatan yang sama.

Sedangkan untuk menghemat pasokan daya, menurutnya pengembang perumahan bisa memanfaatkannya untuk solusi lampu jalan di sekitar komplek. Smart power akan menyematkan sensor pada lampu yang bisa aktif atau mati saat mempelajari kondisi pencahayaan.

Aspek smart agriculture menurut Didit bisa dimanfaatkan untuk memantau kondisi tumbuhan hingga ke akarnya. Untuk aspek ini, ia mengaku masih dalam tahap pendekatan untuk mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Untuk smart agriculture saat ini kita sedang pemetaan untuk mencari tahu kebutuhannya ke mana. Kami juga masih ke arah edukasi agar bisa jalan bareng mengembangkan solusi ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Herbert mengungkap sejak awal tahun ini Acer bertransformasi menjadi penyedia hardware, software, dan penyedia layanan.

"Sub-brand Altos akan fokus menggarap computing untuk pelaku big data dan AI," ucap Herbert. (evn/eks)