Herbert Ang, Presiden direktur Acer Indonesia mengatakan untuk mewujudkan kota pintar, pemerintah harus membuat aturan yang bagus dan jelas agar bisa berjalan optimal.
Menyoal permasalahan perkotaan, Herbert mengatakan setidaknya ada empat aspek utama yang harus diperhatikan. Keempatnya antara lain smart power, smart water, smart agriculture, dan pengukuran kualitas limbah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didit Haryanto, product manager Acer Indonesia menambahkan dari keempat aspek tersebut, solusi 'smart water' bisa dikedepankan menjadi fokus utama. Solusi ini juga bisa dipakai untuk mempelajari kualitas limbah yang kemungkinan mencemari air.
"Untuk Pulau Jawa urgensinya 'smart water' karena sungai kondisinya mengkhawatirkan. Kita coba pendekatan ke mitra yang tidak pakai teknologi untuk bisa memantau kondisi kandungan air sungai atau di tempat penampungan air, atau fish farming, tambak juga bisa," jelasnya di kesempatan yang sama.
Aspek smart agriculture menurut Didit bisa dimanfaatkan untuk memantau kondisi tumbuhan hingga ke akarnya. Untuk aspek ini, ia mengaku masih dalam tahap pendekatan untuk mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
"Untuk smart agriculture saat ini kita sedang pemetaan untuk mencari tahu kebutuhannya ke mana. Kami juga masih ke arah edukasi agar bisa jalan bareng mengembangkan solusi ini," imbuhnya.
Lebih lanjut, Herbert mengungkap sejak awal tahun ini Acer bertransformasi menjadi penyedia hardware, software, dan penyedia layanan.
"Sub-brand Altos akan fokus menggarap computing untuk pelaku big data dan AI," ucap Herbert. (evn/eks)