Jonan Apresiasi Gaikindo Dukung Penerapan B30

fea, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 16:17 WIB
Jonan Apresiasi Gaikindo Dukung Penerapan B30 Menteri ESDM Ignasius Jonan melepas road test B30 di gedung KESDM, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengapresiasi pernyataan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mendukung implementasi pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) biodiesel 30 persen (B30).

Sejak tahun lalu pemerintah sudah menerapkan mandatori B20 dan program ini akan diteruskan ke B30 yang diproyeksikan bisa berlaku pada 2020. Belum berhenti sampai di situ, pemerintah juga bakal memberlakukan B50 pada akhir 2020, lalu B100 pada 2021.

B30 merupakan bahan bakar campuran antara 30 persen biodiesel yang berasal dari minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dalam negeri dan 70 persen minyak bumi solar. Bahan bakar jenis ini hanya digunakan pada kendaraan bermesin diesel.


Jonan menjelaskan B30 penting buat menghemat atau mengurangi impor BBM. Menurut dia pemanfaatan B30 berarti 30 persen dari penggunaan minyak solar yang jumlahnya disebut kurang lebih 30 juta kiloliter akan berasal dari Indonesia, yaitu sejumlah 9 juta kiloliter.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih, tadi Pak Yohannes Nangoi, sebagai ketua Gaikindo mengatakan bahwa Gaikindo siap untuk B30," kata Jonan di acara perayaan 50 tahun usia Gaikindo di Jakarta, Rabu (21/8).

Terkait penghematan BBM karena penggunaan B30, Jonan menyebut jumlahnya bisa sampai US$ 1,7 miliar (Rp24,2 triliun) tergantung harga minyak bumi.

"Kalau ditanyakan sekarang kira-kira hematnya berapa, ya ini tergantung harga dari gas oil sendiri. Tapi kira-kira kalau setiap 10 persen atau 3 juta kiloliter dari 30 juta kiloliter FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang dicampur, kira-kira muncul gambarannya antara US$ 1,3 miliar sampai US$ 1,7 miliar. Ini naik turun," ucap Jonan.

Saat ini anggota Gaikindo sedang menjalani pengujian B30 yang dijalankan Kementerian ESDM sejak Juni lalu. Rencananya pengujian bakal selesai pada Oktober 2019. (fea)