2 Menteri Minta Gaikindo Lobi Sri Mulyani 'Sunat' Pajak Mobil

fea, CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 19:19 WIB
2 Menteri Minta Gaikindo Lobi Sri Mulyani 'Sunat' Pajak Mobil Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Menteri Perhubungan Budi Karya meminta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) membujuk Menteri Keuangan Sri Mulyani agar mobil listrik dikenakan pajak ringan.

Seperti diketahui Gaikindo yang merupakan asosiasi para produsen, distributor, dan pemasok komponen utama otomotif ini sekarang menunggu regulasi baru dari Kementerian Keuangan terkait skema baru Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Aturan itu merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan yang sudah terbit pada 12 Agustus.


"Tapi ya dicoba, tolong Gaikindo juga lobi juga bu Menteri Keuangan supaya bea masuknya bisa rendah sekali dan juga PPnBM-nya. Karena kalau tidak, mungkin animonya kurang," ucap Jonan di acara perayaan ulang tahun ke-50 Gaikindo di Jakarta, Rabu (21/8) malam.

2 Menteri Minta Gaikindo Bujuk Sri Mulyani Soal Mobil ListrikMateri presentasi Sri Mulyani di GIIAS 2019. (Dok. Materi presentasi Sri Mulyani di GIIAS 2019)
Pada Juli lalu, Sri Mulyani pernah menunjukkan draf terkini skema baru PPnBM yang isinya lebih banyak mengenakan pajak kendaraan berdasarkan emisi gas buang. Pada skema PPnBM yang masih berlaku sekarang pengenaan pajak berdasarkan kapasitas mesin, semakin besar maka beban pajaknya semakin tinggi.

Skema baru PPnBM diprediksi bisa membuka babak baru otomotif di dalam negeri. Sebab, ketentuan itu dipercaya sudah meliputi kendaraan berteknologi listrik dan alternatifnya serta bakal menghapus diskriminasi pada sedan.

Budi Karya mengatakan kabinet Presiden Joko Widodo telah melakukan rapat insentif terkait pengembangan kendaraan listrik. Menurut dia, bila kendaraan listrik menjadi pilihan masyarakat maka banyak manfaat yang didapat.

Budi bilang Indonesia jangan sampai tertinggal dari negara lain, termasuk salah satunya terkait sedan. Selama dua dekade terakhir dominasi produksi mobil penumpang di Indonesia merupakan MPV, sementara itu cuma secuil merek yang berani memproduksi sedan di dalam negeri.

Indonesia yang jadi jagonya MPV, bertolak belakang dengan permintaan dunia. Menurut data Jato Dynamics, penjualan mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan di bumi mencapai 86 juta unit pada 2018. Dari hasil itu, pikap merupakan model terlaris, diikuti sedan dan SUV. Sementara MPV tidak masuk dalam daftar 10 besar model terlaris di dunia.

"Saya sepakat sama pak Jonan, dekat-dekat ibu Menteri Keuangan karena ada fiskal atas mobil-mobil listrik yang ada ini harus diberikan sesuatu yang insentif. Saya setuju itu," ucap Budi.

Buat mendukung Perpres 55/2019, Kemenhub juga diketahui bakal menerbitkan regulasi tentang uji tipe kendaraan bermotor listrik. Regulasi itu bakal menjadi dasar persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan listrik agar bisa digunakan di jalan. Regulasi itu disebut bakal terbit pada September. (fea)