"Ya kalau target kan saya enggak bisa menargetkan. Kecuali kalau membangun," kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8).
Rudiantara mengaku pihaknya mendektesi terdapat sekitar 230 ribu URL yang memviralkan kabar bohong, baik berupa hasutan maupun adu domba. Menurutnya, penyebaran hoaks paling banyak dilakukan di media sosial Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan semua langkah pihaknya lakukan dalam membatasi penyebaran hoaks atau konten negatif, salah satunya dengan pemblokiran akses internet. Rudiantara pun menyamakan langkah yang diambil pemerintah saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.
Rudiantara lantas meminta maaf kepada masyarakat Papua dan Papua Barat yang terkena dampak pemblokiran akses internet ini. Akses internet diblokir Kemenkominfo sejak Jumat pekan lalu.
"Saya juga sampaikan, saya juga minta maaf pada teman-teman yang terdampak ini. Tapi sekali lagi kan ini bukan hanya saya dan ini kepentingan bangsa," ujarnya. (fra/eks)