Adu Murah Biaya 100 Km 'Nyetir' Mobil Listrik dan Bensin

CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 08:50 WIB
Adu Murah Biaya 100 Km 'Nyetir' Mobil Listrik dan Bensin Mitsubishi i-Miev. (OSX via Wikimedia Commons (PD-user))
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah meyakinkan mobil listrik murni bukan hanya berdampak positif kepada lingkungan hidup tetapi juga bikin penggunanya bisa berhemat untuk bertransportasi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan penghematan itu disimpulkan dari perbandingan biaya penggunaan mobil listrik dan konvensional untuk jarak tempuh 100 km.

Menurut data ESDM yang dipaparkan Rida, mobil berbahan bakar minyak Research Octane Number (RON) 88 bisa menghabiskan biaya Rp50.385 untuk 100 km. Asumsi yang digunakan, jelas Rida, untuk mobil dengan tingkat konsumsi bahan bakar 13 kilometer per liter.


Selain itu Rida juga membeberkan data lainnya, mobil berbahan bakar RON 90 dikatakan menghabiskan biaya Rp60 ribu, RON 92 sebesar Rp80 ribu, dan RON 98 biayanya Rp94.231.

Penghitungan itu dikalkulasi dengan harga per liter RON 88 Rp6.550, RON 90 Rp7.800, RON 92 Rp10.400, dan RON 98 Rp12.250.

Hitungan Biaya Mobil Listrik

Berdasarkan jarak 100 km yang sama, Rida mengungkap pengguna mobil listrik menghabiskan dana lebih rendah.

Data Kementerian ESDM menujukkan, mobil listrik Mitsubishi i-Miev butuh Rp24.668, Nissan Leaf Rp38.895, Hyundai Ioniq Rp35.787, dan Kia Soul EV Rp41.810. Hitungan ini berdasarkan asumsi tarif Rp1.650- Rp2.450 per kWh.

Belum selesai sampai di situ, data Kementerian ESDM juga mengungkap mobil listrik yang berukuran lebih besar membutuhkan biaya lebih tinggi. Jaguar i-Pace disebut butuh Rp55.274, Tesla Model S Rp46.468, BMW i3 Rp40.125, dan Hyundai Kona Rp40.070. (ryh/fea)