Dana ini rencananya akan digunakan untuk ekspansi layanan transportasi, pesan antar makanan, dan pembayaran.
Presiden Grab Ming Maa mengungkapkan karakteristik Vietnam yang sama dengan Indonesia menjadi alasan di balik rencana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang digelontorkan rencananya akan digunakan untuk mengembangkan layanan dompet pembayaran digital untuk transaksi pengguna.
Sebelumnya pada 2018 lalu Grab telah bekerja sama dengan fintech Vietnam, Moca untuk meluncurkan dompet digital. Grab juga membentuk usaha patungan (joint venture) dengan perusahan Jepang, Credit Saison untuk menawarkan pinjaman dan analisis kredit ke pelanggan dan UKM di Asia Tenggara.
Lihat juga:4 Aplikasi Saingan Gojek di Malaysia |
Sebagai langkah selanjutnya, Maa mengatakan pihaknya tertarik untuk mengajukan lisensi bank digital.
"Dengan menggunakan kekuatan deflasi seperti perbankan digital, kami dapat menyediakan layanan keuangan yang sangat mirip dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada yang dapat disediakan oleh bank tradisional," kata Maa.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)