Batal Demo, Massa Ojol Temui Perwakilan Kedubes Malaysia

ryh, CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 21:31 WIB
Batal Demo, Massa Ojol Temui Perwakilan Kedubes Malaysia Gun Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia merespon permintaan maaf dari Shamsubahrin di depan Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Jumat (30/8). (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) batal melakukan demonstrasi pada Jumat (30/8) namun mereka berhasil berdiskusi dengan perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia.

Pada pertemuan itu Garda sempat membacakan enam poin aspirasi mereka dan pihak Kedubes Malaysia disebut menyatakan bahwa ucapan pemilik perusahaan taksi asal Malaysia, Big Blue, Shamsubahrin Ismail, yang jadi pemicu rencana demonstrasi, tidak mewakili negara.

"Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, di Thailand, India, di Kamboja," kata Shamsubahrin seperti terekam video dan disiarkan media Malaysia.


Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono yang mengikuti pertemuan tertutup selama sekitar satu jam itu mengatakan Kedubes Malaysia sangat menyesali ucapan Shamsubahrin.

"Mereka juga menyesalkan yang terjadi atas pernyataan itu karena tidak mewakili pihak pemerintahan Malaysia atau masyarakat Malaysia. Itu hanya pernyataan pribadi atau untuk perusahaannya saja," kata Igun saat ditemui di depan Kedubes Malaysia, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Jadi tidak mewakili semua. Itu penjelasan dari pejabat Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta," sambung Igun kemudian.

Ucapan Shamsubahrin menuai banyak kecaman di Indonesia, perkataannya dinilai merendahkan harga diri pengemudi ojol dan bangsa Indonesia. Shamsubahrin diketahui sudah meminta maaf atas pernyataannya.

Igun melanjutkan Garda sudah menutup permasalahan tersebut, karena sudah ada pernyataan maaf yang diungkapkan Shamsubahrin dan respons dari Kedubes Malaysia. Igun mengaku tidak mengetahui langkah yang akan diambil Kedubes atau pemerintahan Malaysia buat menindaklanjuti perkara Shamsubahrin.

"Tidak ada penjelasan ke kami apakah akan ada tindak lanjut atau teguran dari Kedubes atau bagaimana," kata Igun. (fea)