Edukasi & Fitur

Menilik Cara Kerja 'Mild Hybrid' Ertiga Bensin

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 20:19 WIB
Menilik Cara Kerja 'Mild Hybrid' Ertiga Bensin Suzuki Ertiga. (Foto: Dok. Suzuki Indomobil Sales)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suzuki Indonesia telah memamerkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) di generasi baru Ertiga pada akhir pekan lalu di Parade dan Pameran Kendaraan Listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Jakarta.

SHVS sebetulnya bukan barang baru di dalam negeri, pada 2017 Suzuki pernah menjual Ertiga Diesel yang mengadopsi teknologi ini. Namun sejak generasi kedua Ertiga meluncur di Indonesia, penjualan model itu dihentikan pada April 2018.

Meski begitu SHVS yang baru ditampilkan ini merupakan pengembangan terbaru sebab dipasang pada Ertiga bermesin bensin.


Suzuki menyebut SHVS adalah teknologi mild hybrid dengan sistem kerja energi listrik membantu kerja mesin. Sistem ini tidak bisa menggerakan mobil hanya dengan energi listrik seperti mobil hybrid lainnya seperti Toyota Camry.

SHVS memiliki komponen bernama Integrated Starter Generator (ISG) yang perannya menggantikan alternator konvensional. ISG berfungsi seperti motor listrik yang mendukung kerja mesin untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Selain itu SHVS juga dilengkapi baterai Lithium Ion yang dirancang untuk menyimpan energi listrik dari ISG. Energi itu akan dipakai bila dibutuhkan untuk tambahan tenaga.

Cara Kerja

SHVS diklaim memiliki sistem kerja sederhana. Suzuki menjelaskan, ketika kendaraan berhenti kemudian pengemudi tidak menginjak pedal dan posisi gigi transmisi 'N' (netral), maka secara otomatis sistem Engine Auto Stop bakal mematikan mesin namun membiarkan sistem kelistrikan tetap menyala.

Bila pedal diinjak, otomatis ISG akan menyalakan mesin lagi dan pengemudi bisa kembali berkendara.

Salah satu kondisi mobil paling boros bahan bakar yakni ketika start dari posisi diam, kondisi ini lebih parah lagi bila terjadi berulang-ulang seperti macet. SHVS bertugas mengalirkan energi listrik yang tersimpan pada baterai untuk mendukung mesin menghasilkan tenaga tambahan saat mobil berakselerasi awal.

Ketika kendaraan sedang melaju, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik, seperti lampu, audio, AC, serta multi-information display, sehingga kerja mesin hanya akan dipusatkan untuk menghasilkan tenaga.

Menurut Suzuki hal itu akan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar serta meningkatkan performa saat berkendara.

Saat kendaraan melakukan deselerasi atau memperlambat laju, ISG secara otomatis mengubah energi kinetik pada putaran roda menjadi energi listrik yang kemudian disimpan di baterai. Energi yang disimpan bakal semakin besar bila mobil melakukan pengereman. (ryh/fea)