Faris melakukan pendekatan dengan mengintervensi kutub yang membuat kutub mencair dari tahun ke tahun. Pendekatan yang dicetuskannya yakni dengan menaburkan pasir buatan untuk mencerahkan awan.
Ia menganalogikan sebuah kapal selam yang bisa menghasilkan gunung es yang mampu memproduksi es setebal 4,8 meter hingga bisa membentuk es berbentuk heksagonal setebal 25 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunung es kemudian akan terbentuk secara alami di dalamnya, sebelum dikeluarkan dalam sebulan kemudian.
"Arktik telah kehilangan es dari tahun ke tahun dalam beberapa dekade terakhir. Jadi kami mencoba menyelesaikan masalah melalui cara berpikir yang berbeda," pungkas Faris.
Andrew Shepher, profesor pengamatan Bumi di Leed University, Inggris mengatakan gagasan tersebut sebagai solusi rekayasa yang menarik, kendati skalabilitas proyeknya masih dipertanyakan.
Lihat juga:Kebakaran Hutan Amazon Meningkat |
"Jika es yang dihasilkan cukup. maka pada akhirnya bisa mengubah suhu planet dan menyebabkan berkurangnya pencairan es di daratan serta berkurangnya kenaikan permukaan laut," ujar Shepherd.
Sebelumnya pada 2017 tim peneliti dari Arizona State University mencetuskan konsep berupa pompa bertenaga angin untuk menghisap air laut dan menyemprotkannya ke permukaan es. Dengan cara ini, es yang mencair bisa membeku lebih cepat.
Tim peneliti menyarankan penggunaan 10 juta alat untuk bisa menambah satu meter es di lapisan es kutub selama musim dingin. (evn)