Satelit NASA-nya Eropa Hindari Tabrakan dengan Pesawat SpaceX

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 06:11 WIB
Satelit NASA-nya Eropa Hindari Tabrakan dengan Pesawat SpaceX Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Joe Skipper)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satelit pengamatan milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dikabarkan hampir menabrak pesawat luar angkasa SpaceX pada Selasa (3/9). Namun ESA memastikan satelitnya telah pindah jalur sehingga bisa menghindari tabrakan dengan konstelasi Starlink milik SpaceX.

Kejadian ini merupakan yang pertama kali bagi ESA. Pihak ESA mengatakan perpindahan jalur yang dilakukan tak lain untuk melindungi salah satu satelitnya agar tidak bertabrakan dengan konstelasi Starlink.

Melalui akun Twitter resminya, ESA mengatakan satelit pengamatan Aelous Earth memindahkan jalur agar tidak terjadi tabrakan dengan konstelasi Space X.




Tim ESA mengatakan langkah paling aman untuk menghindari tabrakan yakni dengan memindahkan jalur satelitnya. "Sebagian besar manuver yang dilakukan ESA agar tidak terjadi tabrakan antar satelit," tulis ESA.

Dilaporkan AFP, juru bicara SpaceX mengatakan ada bug pada sistem operasi yang mebuat tim sulit menemukan risiko tabrakan dengan pesawat ESA yang mungkin meningkat.

"Seandainya operator Starlink melihat korespondensi, kami akan berkoordinasi dengan ESA untuk menentukan pendekatan terbaik untuk kelanjutan manuver mereka atau kami akan melakukan sebuah manuver," tulis juru bicara SpaceX.

Starlink merupakan proyek peluncuran konstelasi 60 satelit broadband milik SpaceX. Perusahaan milik Elon musk ini rencananya akan meluncurkan konstelasi Starlink hingga 12 ribu satelit.

Sementara itu ESA tahun lalu meluncurkan Aelous, misi satelit pertama untuk merekam data pergerakan angin di seluruh dunia. ESA diagendakan menggelar pertemuan pada November untuk membahas keamanan ruang angkasa.

[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)