Malam ini, Kominfo Buka Akses Internet Bertahap di Papua

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 23:33 WIB
Malam ini, Kominfo Buka Akses Internet Bertahap di Papua Ilustrasi internet. (Foto: dhester/morgueFile)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka akses internet di 19 kabupaten Provinsi Papua dan 10 kabupaten Provinsi Papua Barat.

Pembukaan akses internet ini dilakukan secara bertahap mulai Rabu (4/9) pukul 23.00 WIT atau pukul 21.00 WIB. Pembukaan internet dilakukan setelah mempertimbangkan sudah mulai pulihnya kondisi beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat.

Sebelum proses pembukaan bertahap, Kemenkominfo telah berkoordinasi dengan instansi penegak hukum dan aparat keamanan.



"Mulai Rabu (4/9) pukul 23.00 WIT, pemerintah secara bertahap mulai membuka blokir atas layanan data internet di wilayah Papua dan Papua Barat," kata Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (4/9).

Ferdinandus mengatakan pembukaan blokir atas layanan data internet dilakukan di 19 kabupaten di Provinsi Papua, yakni Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

Sementara di Provinsi Papua Barat ada 10 kabupaten yang dibuka akses internet, yaitu Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak.

Ferdinandus mengatakan untuk 10 kabupaten di Provinsi Papua yakni Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo dan Nabire, akan terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan.


Untuk tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat, yakni Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kota Manokwari juga akan terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan.

Ferdinandus mengatakan pembukaan akses internet dilakukan setelah pihaknya mempertimbangkan pulihnya situasi keamanan di wilayah-wilayah tersebut.

Pemerintah juga mempertimbangkan sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua sudah mulai menurun.

"Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung," ujar Ferdinandus.

[Gambas:Video CNN] (jnp/rea)