NASA dan ESA Akan Belokkan Asteroid yang Tabrak Bumi 2027

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 10:41 WIB
NASA dan ESA Akan Belokkan Asteroid yang Tabrak Bumi 2027 Ilustrasi Asteroid (NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA dikabarkan segera bertemu dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) di Roma, Italia untuk melakukan misi bersama yakni mengalihkan asteroid yang diperkirakan akan menabrak Bumi pada 2027.

Salah satu cara yang dilakukan untuk membelokkan asteroid berukuran lebih dari Monas itu dengan menabrakan pesawat ruang angkasa ke permukaan asteroid.

Dilansir dari laman resmi ESA, kedua badan antariksa dunia itu akan menyiapkan dua pesawat ruang angkasa. Salah satu pesawat akan dihantam ke permukaan asteroid, sementara pesawat lainnya akan melakukan pengumpulan data terkait dampak yang ditimbulkan dari tabrakan tersebut.


"Pesawat ruang angkasa DART sudah dalam tahap konstruktsi untuk diluncurkan pada musim panas 2021 dan akan di uji coba pada September 2022," tulis Juru Bicara ESA.

Saat uji coba dilakukan, tim gabungan NASA dan ESA telah menyiapkan miniatur asteroid yang bernama LICIACube (Light Italian CubeSat) dan diterbangkan sejauh 6,6 kilometer.

Pesawat kedua dirancang sendiri oleh ESA yang disebut dengan Hera. Pesawat ini dikabarkan tengah menjalani pengerjaan tahap akhir dan dijadwalkan akan di uji coba pada Oktober 2024.
Sebelumnya, NASA dan rekanan melakukan simulasi penanganan asteroid bernama PDC 2019. Skenario penanganan asteroid ini dibuat seperti kenyataan dengan kondisi akan ada asteroid yang jatuh di bumi.

Skenario tersebut sebagai berikut:

Telah ditemukan asteroid pada 26 Maret 2019 dengan kekuatan 21,1. Asteroid yang bernama PDC 2019 tersebut mendekati 0,05 au dari orbit Bumi dan akan menabrak Bumi pada 29 April 2027 mendatang. Au adalah singkatan dari unit astronomi yang merupakan jarak rata-rata Bumi dari Matahari.

Catatan redaksi: empat paragraf terakhir berita ini diperbaiki pada Sabtu (7/9) karena terdapat kesalahan penulisan. (din/eks)