Penggalian terbaru menemukan kerangka yang hampir lengkap dan merupakan kerangka terbesar yang pernah ditemukan di Negeri Sakura.
Dalam studi saat ini, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh profesor Yoshitsugu Kobayashi dari Museum Universitas Hokkaido menyimpulkan bahwa dinosaurus termasuk dalam clade Edmontosaurini dan dinosaurus hadrosaurid (dinosaurus bermoncong bebek).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Clade adalah sekelompok organisme yang diyakini telah berevolusi dari nenek moyang yang sama. Tim peneliti menemukan bahwa dinosaurus ini memiliki tiga karakteristik yang tidak dimiliki oleh dinosaurus lain dalam clade-nya.
Dilaporkan CNN, fosil dinosaurus ini diperkirakan berusia dewasa sekitar 8 tahun atau lebih dan memiliki panjang delapan meter. Bobotnya diperkirakan hampir sama dengan seekor gajah Asia yakni mencapai 4 ton atau 5,3 ton. Peneliti mengungkap bobotnya tergantung apakah dinosaurus tersebut berdiri dengan dua atau empat kaki.
Lokasi fosil menunjukkan dinosaurus ini menjelajahi garis pantai kuno. Lingkungan pesisir memegang peran penting dari diversifikasi hadrosaurid.
Dilansir dari Gizmodo, hadrosaurid adalah kelompok dinosaurus yang hidup selama Zaman Kapur Akhir pada 100 juta hingga 66 juta tahun lalu.
Fosil dinosaurus ini ditemukan tersebar di Eurasia, Amerika Utara dan Selatan, dan Antartika. Herbivora ini bisa berjalan dengan empat atau dua kaki, memungkinkan mereka untuk merumput di tanah atau mencapai cabang tinggi.
Peneliti mengatakan dinosaurus yang ditemukan ini mati ketika berumur sembilan tahun. Peneliti berasumsi bahwa bangkai dinosaurus tersebut mengambang di laut, akhirnya jatuh ke dasar laut. Sehingga tulang belulangnya tersimpan dalam endapan laut.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)