BRTI Sebut eSIM Ubah Model Bisnis Telko

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 07/09/2019 16:01 WIB
BRTI Sebut eSIM Ubah Model Bisnis Telko Ilustrasi penggunaan eSIM. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan embedded SIM (eSIM) bisa mengubah model bisnis yang ada.

Anggota BRTI Setyardi Widodo mengatakan dengan eSIM bisa saja operator dalam negeri menjual layanan di luar negeri. Begitu juga sebaliknya, operator luar negeri bisa menjual layannya di dalam negeri.

"Akan tetapi kan bisa jadi operator luar negeri masuk Indonesia, sebaliknya tapi kita belum menentukan hal-hal yang terkait itu karena kita baru mencermati saja," ujar Setyardi saat ditemui media di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (6/9).


Oleh karena itu, Setyardi mengatakan eSIM tak hanya mengubah penggunaan kartu SIM fisik. Akan tetapi eSIM juga mengubah banyak hal dalam industri telekomunikasi.

"Perubahan model bisnis nantinya, ini kan membawa kemungkinan banyak perubahan model bisnis, dalam kasus ini mungkin hanya menggantikan kartu SIM saja," ujarnya.

Perubahan bisnis juga diamini oleh Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys. Ia berandai-andai Smartfren bisa menjual layanan telekomunikasi di New York.

"Orang sana tinggal buka website Smartfren beli nomor. Ada QR code di layar, kemudian bisa jadi pelanggan. Pertanyaannya mereka bagaimana registrasinya karena tidak punya NIK dan KK, diizinkan atau tidak," ujarnya.

Merza mengatakan banyak skenario yang ditawarkan karena fleksibilitas yang ditawarkan oleh eSIM. Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan regulasi untuk mengatur perubahan model bisnis eSIM.

"Banyak skenario yang mungkin terjadi eSIM. Bukan eSIM yang diatur. Tapi turunan berikutnya dari  bisnis model yang akan berubah," katanya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)