Smartfren Sebut Penggunaan eSIM Lebih Hemat

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 19:43 WIB
Smartfren Sebut Penggunaan eSIM Lebih Hemat Ilustrasi kartu SIM. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Smartfren menyebutkan penerapan eSIM bisa menghemat biaya produksi kartu SIM. Selama ini, Smartfren mengatakan perlu mengeluarkan biaya Rp15 ribu per kartu SIM. 

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan Rp15 ribu belum termasuk biaya logistik untuk mengirimkan kartu SIM ke seluruh penjuru Indonesia. 

"Satu kartu SIM siap jual itu paling murah Rp15 ribu. Belum lagi bawa dari pabrik ke Solo, Surabaya Bali, Jayapura, logistik butuh uang. Harga sebuah SIM sampai ke tangan konsumen itu mahal,"  kata Merza saat ditemui wartawan di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (6/9).


Merza mengatakan dalam satu kuartal, pihaknya bisa memproduksi puluhan juta kartu SIM. Ia mengatakan apabila eSIM digunakan secara massal, operator bisa menghemat biaya produksi lebih dari 80 persen.

"Per kuartal produksi kartu sim. Berpuluh juta. Efisiensi dengan adanya eSIM. Besar menghilangkan biaya produksi kartu SIM. Lebih 80 persen biaya kartu SIM efisiensi kalau udah massal eSIM," katanya. 

Biaya distribusi eSIM juga menghilang karena mendaftar kartu SIM tak perlu lagi ke gerai. Merza mengatakan mendaftarkan eSIM bisa melalui situs web. 

Nantinya, pengguna tinggal memindai kode QR. Kemudian ponsel langsung memiliki nomor ponsel. 

"Dengan teknologi eSIM ada peluang tak perlu mendistribusikan barang fisik itu kemana mana. Karena semua tinggal online nantinya," katanya.

Saat ini baru tiga ponsel buatan Apple yakni iPhone XR, XS, dan XS Max yang telah menerapkan teknologi eSIM. Ketiga ponsel itu memiliki dua slot khusus untuk nano SIM fisik dan eSIM.

Apabila pengguna tak memiliki eSIM, maka pengguna hanya bisa menggunakan satu nomor telepon. Merza mengatakan pihaknya menangkap peluang ini dengan meneydiakan program peningkatan kartu SIM ke eSIM.

Apple sebenarnya menghadirkan iPhone versi lain dengan kombinasi dul SIM nano, tanpa eSIM untuk pasar China, Makau, dan Hong Kong.

Smartfren memberi kesempatan bagi pelanggan yang mau meningkatkan kartu SIM yang digunakan ke SIM dengan mendatangi Kota Kasablanka. Pengguna cuku p membawa ponsel yang sudah mendukung eSIM.

"Keuntungan pertama yang kita berikan ke konsumen sudah bayar puluhan juta masa tidak dipakai. Kan sayang. Daripada kosong, bisa pakai eSIM," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)