Analisis

Menanti Teknologi Hologram ala Star Wars di Era 5G

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 16:55 WIB
Uji coba hologram menggunakan 5G. (Dok XL Axiata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok hologram para Master Jedi muncul dalam rapat Order Jedi untuk menabiskan Anakin Skywalker menjadi seorang 'kesatria'. Master Jedi yang hadir dalam bentuk hologram ini tetap bisa melakukan komunikasi dua arah tanpa terkendala apapun.

Perbedaan hanya terdapat dalam fisik yang tidak berada dalam lokasi tersebut. Potongan adegan dalam film fiksi Star Wars episode II: Attack of the Clones tersebut ternyata menjadi kenyataan.

Majunya perkembangan teknologi saat ini memungkinkan sosok hologram menggantikan fisik seseorang dalam berbagai kesempatan. Salah satu operator telekomunikasi di Indonesia telah melakukan uji coba hologram ala Star Wars.


Direktur Jaringan XL Axiata Yessie D Yosetya muncul dalam ruang konferensi pers dalam bentuk hologram bak Master Jedi. Dia memberikan sambutan kepada para tamu yang hadir sembari menjelaskan sekilas tentang teknologi hologram yang dia gunakan.

"Jika sebelumnya kami melakukan uji coba 5G dengan fokus pada kecepatan. Maka kami akan melakukan uji coba dengan fokus latency. Maka kami lakukan dengan media hologram," ujar Yessie dalam bentuk hologram, Rabu (21/8).
Komunikasi dua arah pun terjadi cukup baik ketika melakukan uji coba. Yessie yang hadir dalam bentuk hologram responsif ketika diberikan pertanyaan. Dia pun menegaskan bahwa sosok hologram tersebut berhasil dihadirkan dengan kebutuhan bandwidth yang lebar dan besar. Sehingga latency bisa diminimalisir hingga di bawah 1 milisecond.

Bandwidth besar, latensi kecil. Dua kunci penting sukses jaringan 5G.

Dua hari sebelumnya pun, Smartfren telah terlebih dahulu melakukan uji coba 5G. Namun, operator grup Sinarmas ini melakukan uji coba 5G pada industri manufaktur.

Uji coba 5G Smartfren dilakukan dengan memasang kamera 360 derajat di jalur logistik pengiriman barang PT Sinarmas Agro Resources and Tech Tbk. Kamera ini telah terhubung dengan jaringan 5G dan menghubungkan tampilan kamera ke headset virtual reality secara real time.

Keseluruhan proses pengoperasian penyimpanan barang di pabrik ini telah dilakukan menggunakan robot. Dengan menggunakan headset VR, pengguna seolah berdiri di tempat kamera terpasang sehingga bisa langsung memantau area logistik.
"Bayangkan jika skala penerapannya lebih besar dan tidak hanya di sekitar lingkungan pabrik tetapi berbeda kota maka operator (pabrik) tidak perlu berada di lokasi untuk melakukan fungsi pemantauan sehingga lebih efisien," Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, Senin (19/8)

Kedua uji coba yang dilakukan oleh operator tersebut memang terbilang berhasil. Keduanya melakukan uji coba menggunakan high-band atau millimeter wave (high-band) pada spektrum 28 Ghz.

XL menggunakan sepanjang 100 Mhz dan berhasil mendapatkan kecepatan hingga 1,5 Gbps. Sementara untuk Smartfren mendapat kecepatan hingga 8,7 Gbps. Uji coba kedua operator berhasil. Tapi, perkara 5G tidak selesai sampai di situ. Implementasi 5G masih akan menjadi perjalanan panjang.

Regulasi, model bisnis, investasi, hingga yang paling krusial adalah kesiapan spektrum akan menjadi tantangan implementasi 5G. Namun, apa yang harus dilakukan terlebih dahulu? Kapan akan hadir resmi di Indonesia?

Analisis berlanjut ke halaman berikutnya...

Kebutuhan Frekuensi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4