Misi ke Bulan Milik India Chandrayaan 2 Hilang Kontak

cnn indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 07/09/2019 12:22 WIB
Misi ke Bulan Milik India Chandrayaan 2 Hilang Kontak Chandrayaan 2. (Indian Space Research Organization via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat luar angkasa Chandrayaan 2 India yang memasuki orbit bulan pada Selasa (20/8) lalu hilang kontak dengan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO)

Sebelumnya, ISRO berhasil meluncurkan misi Chandrayaan-2 pada Selasa (23/7) pukul 14.43 waktu setempat.

Misi ini membawa 13 muatan berisi orbiter, lander, dan rover dengan bobot total seberat 3,8 ton. Ketiga muatan ini dikembangkan sendiri oleh ISRO.


Dikutip dari Reuters, ketua ISRO K Sivan mengumumkan India kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa tersebut saat sedang berusaha mendarat di bulan pada hari Sabtu ini (7/9).

"Data sedang dianalisis," kata Sivan di pusat pelacakan agensi di Bengaluru, India.

ISRO kehilangan komunikasi dengan Chandrayaan 2 saat hendak mendarat di bulan. Kontak terputus saat pesawat sedang berusaha melakukan pendaratan lander Vikram di dekat kutub selatan bulan. Para ilmuan menduga kemungkinan adanya cairan es.

"Penurunan lander Vikram diamati normal sesuai rencana dan kinerja hingga ketinggian 2,1 km. Selanjutnya, komunikasi dari Lander ke stasiun darat terputus," kata seorang pejabat ISRO.

Nama Vikram untuk lander diambil dari nama Dr Vikram A yang merupakan Bapak Program Penelitian Ruang Angkasa India.

Sebuah siaran langsung dari ISRO, organisasi yang setara dengan NASA di India, memperlihatkan ketegangan para ilmuwan. Diikuti kesunyian ketika stasiun kontrol berjuang untuk mendapatkan sinyal dari lander.

"Ada pasang surut dalam hidup...Apa yang telah Anda capai bukanlah sebuah prestasi kecil," Perdana Menteri Narendra Modi, yang hadir di pusat ISRO, menyemangati para ilmuwan.

Sivan menggambarkan saat-saat terakhir misi pendaratan sebagai "teror 15 menit" karena kompleksitas yang melibatkan gravitasi bulan, medan dan debu.

Kutub selatan bulan juga diyakini mengandung air karena kawah di wilayah tersebut sebagian besar tidak terpengaruh oleh suhu matahari yang tinggi. ISRO berharap dapat mengkonfirmasi keberadaan air dalam bentuk es, yang pertama kali terdeteksi pada misinya pada 2008.

Sebelumnya, India berupaya menjadi negara keempat setelah Rusia, Amerika Serikat dan China yang mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan. Misi Chandrayaan 2 atau Moon Chariot 2 yanng sempat terunda ini akhirnya meluncur dari pelabuhan antariksa India di Sriharikota, Andhra Pradesh pada 22 Juli dan menjadi kebagaan India.

Misi ini sangat penting bagi India yang ingin menjadi negara yang maju dalam bidang luar angkasa dan berencana untuk mengirim astronot sungguhan pada tahun 2022. Tadinya, jika misi ini mendarat dengan mulus, maka India akan menjadi negara keempat setelah AS, China, dan Uni Soviet untuk misi ke Bulan. (ayk/age)