Sempat Tertunda, India Akhirnya Sukses Kirim Misi ke Bulan

CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 19:17 WIB
Sempat Tertunda, India Akhirnya Sukses Kirim Misi ke Bulan ndia luncurkan roket Chandrayaan-2 ke Bulan. (Foto: (Indian Space Research Organization via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) berhasil meluncurkan misi Chandrayaan-2 pada Selasa (23/7) pukul 14.43 waktu setempat. Misi ini dijadwalkan meluncur di kutub selatan Bulan.

Chandrayaan atau berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sansekerta berhasil lepas landas dari Satish Dhawan Space Center di Sriharikota, negara bagian Andhra Pradesh.

Misi ini membawa 13 muatan berisi orbiter, lander, dan rover dengan bobot total seberat 3,8 ton. Ketiga muatan ini dikembangkan sendiri oleh ISRO.


Dilaporkan CNN, Chandrayaan-2 dijadwalkan melakukan perjalanan selama dua bulan, sebelum berada di orbit melingkar sejauh 100 kilometer di atas permukaan Bulan. Tahap berikutnya, lander bernama Vikram akan berpisah dari kapal utama dan akan mendarat di dekat kutub selatan Bulan.

Sedangkan rover bernama Pragyan (berarti kebijaksanaan dalam bahasa Sansekerta) akan berjalan memutari Bulan selama satu hari (setara dengan 14 hari di Bumi). Pragyan akan mengumpulkan sampel mineral dan bahan kimiawi dari permukaan Bulan untuk keperluan penelitian ilmiah.

Orbiter akan mengemban misi memetakan dan mempelajari atmosfer Bulan hingga setahun mendatang. Ketua ISRO Kailasavadivoo Sivan mengatakan pihaknya lega sekaligus tetap khawatir dengan meluncurnya Chandrayaan-2 ke antariksa.

"15 menit terakhir pendaratan akan menjadi hal yang paling menakutkan bagi kita", ujar Kailasavadivoo Sivan, Ketua ISRO, pada bulan Juni.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengucapkan selamat dan mengapresiasi keberhasilan peluncuran Chandrayaan-2 melalui akun Twitter pribadinya.



Peluncuran misi ini sebelumnya sempat tertunda dari jadwal awal pada 15 Juli lalu. ISRO memutuskan untuk membatalkan peluncuran Chandrayaan 2 tepat 56 menit sebelum lepas landas. ISRO mengatakan kendala teknis menjadi penyebab penundaan peluncuran.

"India ingin menunjukkan, terlebih sejak Perdana Menteri (Narendra) Modi mulai menjabat, bahwa India adalah negara yang maju, dan bahwa India harus diperlakukan sebagai kekuatan utama negara Indo-Pasifik", ujar Rajeswari Pillai Rajagopalan, Kepala Inisiatif Kebijakan Nuklir dan Luar Angkasa di Observer Research Foundation.

Misi ini menjadi penting bagi India yang hendak menjadi negara yang maju dalam bidang luar angkasa dan berencana untuk mengirim astronot mereka ke luar angkasa pada tahun 2022. Jika misi ini mendarat dengan mulus, maka India akan menjadi negara keempat setelah AS, China, dan Uni Soviet untuk misi ke Bulan.

[Gambas:Video CNN] (hrd/evn)