Mengaku Kelebihan Gaji Miliaran, CEO Nissan Mundur

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 13:45 WIB
Mengaku Kelebihan Gaji Miliaran, CEO Nissan Mundur Nissan CEO Hiroto Saikawa mengundurkan diri pada 16 September 2019. (AP Photo/Jae C. Hong)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa menyatakan pada Senin (10/9) bakal mengundurkan diri pada 16 September. Dia menyatakan itu saat konferensi pers digelar di Yokohama, Jepang dan menyatakan minta maaf karena telah melakukan tuduhan yang diarahkan kepadanya, yaitu menerima pendapatan berlebihan.

Pria 65 tahun itu juga menyatakan penyesalannya karena belum bisa membuat kinerja keuangan perusahaan meningkat. Selain itu ia juga merasa gagal membalikkan keadaan di mana Nissan sedang berupaya mengejar pangsa pasar.

"Saya berharap menyelesaikan semua masalah ini sebelum mundur. Tapi saya belum bisa, dan untuk itu saya minta maaf," kata Saikawa, mengutip Reuters pada Selasa (10/9).


Saikawa diketahui sebagai anak didik Carlos Ghosn, mantan bos Nissan yang kini sudah ditangkap karena pelanggaran finansial. Saikawa berada di pucuk pimpinan Nissan dan menjadi CEO pada 2017, pada saat itu Ghosn menjabat chairman.

Masa jabatan Saikawa sebagai CEO akan menjadi sangat singkat, belum sampai genap dua tahun. Menurut Nissan pengunduran diri Saikawa sangat tiba-tiba.

Menurut Ketua Dewan Nissan Yasushi Kimura, Saikawa belakangan memperlihatkan gejala ingin mundur dari jabatannya tersebut.

"Saikawa baru-baru ini telah mengindikasikan kecenderungannya untuk mengundurkan diri, sejalan dengan keinginannya untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi pemimpin baru di Nissan, ia akan mengundurkan diri pada 16 September," ucap Kimura.

Pada pekan lalu Saikawa sudah mengakui telah menerima kelebihan gaji 47 juta yen (US$440 ribu atau Rp6,1 miliar) sebagai kompensasi bonus. Saikawa berjanji akan mengembalikan kompensasi yang tidak sesuai itu.

Investigasi internal Nissan menemukan bahwa prosedur kelebihan gaji Saikawa melanggar aturan perusahaan, meski begitu tidak ilegal. Saikawa mengatakan dia tidak berniat melanggar aturan. Saikawa juga mengakui telah menunjuk tim yang dipimpin Greg Kelly untuk mengelola skema insentif gaji berbasis sahamnya.

Peran Saikawa akan digantikan sementara oleh Chief Operating Officer Nissan Yasuhiro Yamauchi. Pengganti permanen Saikawa akan diputuskan pada akhir Oktober. (ryh/fea)