Pria 65 tahun itu juga menyatakan penyesalannya karena belum bisa membuat kinerja keuangan perusahaan meningkat. Selain itu ia juga merasa gagal membalikkan keadaan di mana Nissan sedang berupaya mengejar pangsa pasar.
"Saya berharap menyelesaikan semua masalah ini sebelum mundur. Tapi saya belum bisa, dan untuk itu saya minta maaf," kata Saikawa, mengutip Reuters pada Selasa (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Skandal Korupsi Nissan Munculkan Nama Baru |
Masa jabatan Saikawa sebagai CEO akan menjadi sangat singkat, belum sampai genap dua tahun. Menurut Nissan pengunduran diri Saikawa sangat tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saikawa baru-baru ini telah mengindikasikan kecenderungannya untuk mengundurkan diri, sejalan dengan keinginannya untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi pemimpin baru di Nissan, ia akan mengundurkan diri pada 16 September," ucap Kimura.
Pada pekan lalu Saikawa sudah mengakui telah menerima kelebihan gaji 47 juta yen (US$440 ribu atau Rp6,1 miliar) sebagai kompensasi bonus. Saikawa berjanji akan mengembalikan kompensasi yang tidak sesuai itu.
Peran Saikawa akan digantikan sementara oleh Chief Operating Officer Nissan Yasuhiro Yamauchi. Pengganti permanen Saikawa akan diputuskan pada akhir Oktober. (ryh/fea)