Menurutnya pemangkasan karyawan merupakan hal wajar dalam korporasi untuk mengejar pendapatan dan menjawab tantangan pasar.
"Dalam konteks bisnis peningkatan profitabilitas dan merespon pasar yang sangat dinamis, hal yang wajar apabila ada 'realokasi' atau 'churn' jumlah pegawai," kata Rudiantara ketika dihubungi, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara juga menyebut pemangkasan karyawan merupakan hal lumrah mengingat pesatnya perkembangan Bukalapak. Ia mengatakan Bukalapak pasti akan mencari pegawai yang berkualifikasi sesuai dengan dinamika bisnis.
Ia mengatakan orang yang bekerja di industri startup tidak perlu khawatir dengan aksi pemangkasan karyawan, selama memiliki kapabilitas dan kapasitas.
"Bagi orang yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas tidak akan pernah khawatir dengan 'churn' pegawai. Justru bagi mereka, ditambah kemampuan entrepreneurship bisa menjadi startup tersendiri dan menjadi bagian ekosistem Bukalapak," tandasnya.
CEO dan pendiri Bukalapak, Azhmad Zaky mengatakan langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/ BEP) hingga mendapatkan keuntungan.
"Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/9).
[Gambas:Video CNN]
(jnp/evn)