Rudiantara Anggap Wajar Aksi PHK Massal Bukalapak

evn, CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 16:30 WIB
Rudiantara Anggap Wajar Aksi PHK Massal Bukalapak Menkominfo Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (MenkominfoRudiantara menganggap aksi pemangkasan ratusan karyawan Bukalapak sebagai hal wajar dalam korporasi.

Menurutnya pemangkasan karyawan merupakan hal wajar dalam korporasi untuk mengejar pendapatan dan menjawab tantangan pasar.

"Dalam konteks bisnis peningkatan profitabilitas dan merespon pasar yang sangat dinamis, hal yang wajar apabila ada 'realokasi' atau 'churn' jumlah pegawai," kata Rudiantara ketika dihubungi, Rabu (11/9).


Churn yang dimaksud Rudiantara adalah ukuran jumlah orang atau benda yang masuk atau keluar dari suatu kelompok dalam jangka waktu tertentu.

Rudiantara juga menyebut pemangkasan karyawan merupakan hal lumrah mengingat pesatnya perkembangan Bukalapak. Ia mengatakan Bukalapak pasti akan mencari pegawai yang berkualifikasi sesuai dengan dinamika bisnis.

"Dengan pertumbuhan yang mencapai tiga kali, pastinya secara strategis Bukalapak justru akan merekrut lagi pegawai dengan kualifikasi lebih sesuai dengan dinamika bisnis," terangnya.

Ia mengatakan orang yang bekerja di industri startup tidak perlu khawatir dengan aksi pemangkasan karyawan, selama memiliki kapabilitas dan kapasitas.

"Bagi orang yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas tidak akan pernah khawatir dengan 'churn' pegawai. Justru bagi mereka, ditambah kemampuan entrepreneurship bisa menjadi startup tersendiri dan menjadi bagian ekosistem Bukalapak," tandasnya.

Bukalapak mengakui bahwa aksi PHK ratusan karyawan dilakukan untuk penataan bisnis dan mulai beroperasi selayaknya perusahaan yang sudah tumbuh dewasa.

CEO dan pendiri Bukalapak, Azhmad Zaky mengatakan langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/ BEP) hingga mendapatkan keuntungan.

"Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/9).

[Gambas:Video CNN]

(jnp/evn)