Bedah Fitur Baru di Toyota Corolla Altis

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 20:41 WIB
Bedah Fitur Baru di Toyota Corolla Altis Toyota Corolla Altis hybrid. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Indonesia mengklaim Corolla Altis generasi terbaru sudah lebih sempurna dari sebelumnya. Penyempurnaan sudah menyeluruh baik dari desain, platform, hingga penambahan fitur.

Ubahan desain paling kentara dari sedan ini terlihat di bagian depan meliputi tata letak lampu dan grill yang berbentuk trapesium, serta desain pelek. Jika dilihat sekilas, wajah Corolla Altis saat ini menyerupai Camry yang berukuran lebih kecil.

Pada kabin, interior didesain lebih luas dengan tampilan premium. Ada juga ubahan pada fitur headunit, AC tipe dual zone (untuk varian hybrid dan V), serta panel instrument.


Ubahan paling vital pada mobil ini terletak pada platform yang menggunakan Toyota New Global Architecture (TNGA). Selain Corolla Altis, mobil Toyota yang sudah menggunakan platform tersebut yaitu Camry dan C-HR.

Klaim Toyota, penggunaan TNGA membuat dimensi kendaraan lebih besar dan lebih rendah. TNGA juga membuat performa berkendara Corolla Altis jauh lebih mengesankan.

Pusat gravitasi dikatakan lebih rendah 20 mm, itu membuat mobil dengan panjang 4.630 mm, lebar 1.780 mm, dan tinggi 1.435 mm ini bisa dikendalikan lebih stabil.

Toyota Corolla Altis. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Mesin

Toyota memutuskan tidak lagi menggunakan mesin 2.000 cc untuk semua varian Corolla Altis. Semua varian sekarang memakai mesin 1.800 cc, dan tersedia satu varian yang sudah dijejali teknologi hybrid.

Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan pihaknya melenyapkan mesin 2.000 cc karena menganggap mesin 1.800 cc plus hybrid dianggap sudah cukup untuk memenuhi konsumen yang ingin mendapat akselerasi.

Dahulu jika ada konsumen yang ingin Corolla Altis bertenaga, mereka bisa membeli varian 2.000 cc.

Pada generasi ke-12 Corolla Altis, Toyota masih menggunakan mesin 1.800 cc lama pada model konvensional (V dan G) yang memiliki kode 2ZR-FE. Mesin itu mampu memuntahkan daya 140 hp dengan torsi 171 Nm.

Sementara mesin bensin 1.800 cc hybrid berkode 2ZR-FXE sanggup menyemburkan tenaga 93,6 hp dan torsi 141 Nm. Karena sudah berteknologi hybrid, ada tambahan tenaga dari motor listrik P610 HEV transaxle yang menghasilkan 70,9 hp.

Berdasarkan uji coba Toyota, akselerasi Corolla Altis hybrid untuk 0-100 km per jam bisa dicapai 12,6 detik, sementara model konvensional untuk jarak yang sama 13,7 detik.

Corolla Altis hybrid juga diklaim lebih irit bahan bakar kurang lebih 70 persen dan emisi gas buangnya lebih rendah 60 persen.

"Kenapa tidak ada lagi 2.000 cc, karena 1.800 cc ditambah motor listrik hybrid power bisa melebihi engine 2.000 cc. Makanya bisa memenuhi akselerasi yang lebih bagus dari bensin biasa," kata Anton di Jakarta, Kamis (12/9).

Anton menambahkan sistem hybrid pada Corolla Altis sama dengan sistem yang tersemat pada C-HR dan Camry. Hanya saja komponen serta tenaga disesuaikan dengan bobot kendaraan.

Fitur Keselamatan

Corolla Altis terbaru juga sudah ditunjang beragam fitur keselamatan, salah satunya pada sektor pengereman. Semua varian sudah memiliki Antilock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Vehicle stability control (VSC), dan Hill Start Assist (HSA). Selain itu ada pula tujuh kantong udara dan fitur blind spot monitor.

Pada model hybrid fiturnya lebih lengkap dan canggih berkat Toyota Safety Sense (TSS). TSS terdiri dari berbagai fitur, yakni Pre-Collision System (PCS), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Departure Alert (LDA), serta Automatic High Beam (AHB).

"Ini pertama kalinya mobil Toyota di Indonesia disematkan TSS melalui Corolla Altis," ucap Anton. (ryh/fea)