Aksi massa itu dilakukan ketika pemerintah Kanselir Angela Merkel menyiapkan kebijakan perlindungan terhadap perubahan iklim.
Dikutip dari Reuters, Polisi di Frankfurt menyebut sekitar 15 ribu warga yang sebagian besar pengendara sepeda, ambil bagian dalam aksi demonstrasi tersebut. Sementara itu, panitia penyelenggara mencatat angka 25 ribu warga yang ikut turun ke jalan, 18 ribu di antaranya merupakan pengguna sepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok konservatif Merkel dan mitra-mitra koalisi Sosial Demokrat (SPD) mengadakan pembicaraan mengenai paket kebijakan yang diharapkan mampu mempercepat ambisi Jerman untuk menggandakan porsi penggunaan energi terbarukan menjadi 65 persen pada tahun 2030.
Pemerintah Jerman diperkirakan akan mengungkap kebijakan yang mahal itu pada 20 September.
"Sudah cukup dengan kebijakan yang memprioritaskan mobil di kota-kota kami. Pejalan kaki dan pengendara sepeda seharusnya menguasai ruang-ruang kota milik kami," kata Ernst-Christoph Stolper, Wakil Ketua komunitas Friends of the Earth Jerman.
Massa aksi mendesak produsen mobil Jerman untuk mempercepat transisi dari mesin berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik dan hidrogen. Hal itu dilakukan setelah skandal diesel 2015 terjadi, yakni ketika Volkswagen mengakui kecurangannya saat tes emisi.
Lihat juga:Frankfurt Auto Show Dikritik Merek Dunia |
Tiga besar produsen asal Jerman, Volkswagen, Daimler produsen Mercedes-Benz dan BMW, memperkirakan bahwa dalam 10 tahun ke depan, sekitar separuh dari produksi mobil mereka akan bebas emisi.
Produsen mobil diperkirakan akan berinvestasi sekitar 40 miliar Euro untuk membangun mesin kendali alternatif dalam tiga tahun ke depan. Hal itu dilakukan menyoroti urgensi untuk memperbaiki citra industri yang ternoda oleh skandal diesel dan menghindari larangan mobil diesel di kota-kota.
Sebagai informasi, terdapat empat pejalan kaki yang meninggal, termasuk seorang anak lelaki berusia tiga tahun, di sebuah jalan di Berlin pada September 2019 ini. Penyebabnya karena tertabrak oleh pengemudi sebuah SUV Porsche yang kehilangan kendali.
[Gambas:Video CNN]
Peristiwa itu telah memicu perdebatan tentang apakah kota-kota di Jerman perlu melarang kendaraan besar dari jalan-jalan mereka.
Eksekutif mobil Jerman merespons dan mengatakan bahwa tragedi itu bisa terjadi pada mobil mana pun.
(reuters/lav)