Kaum Milenial India Emosi Dituduh Bikin Penjualan Mobil Turun

AFP, CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 11:59 WIB
Kaum Milenial India Emosi Dituduh Bikin Penjualan Mobil Turun Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman diberitakan mengeluarkan pernyataan kontroversial yang mengaitkan generasi milenial -lahir di antara 1980 dan 2000, berkontribusi terhadap penurunan penjualan mobil di India. Penilaian Nirmala yang dinilai tanpa fakta itu memicu reaksi emosi anak-anak muda India.

Menanggapi ucapan Nirmala, remaja India ramai-ramai melakukan kampanye menggunakan tagar #BoycottMillennials dan #SayItLikeNirmalaTai di twitter yang cenderung kaum milenial disalahkan generasi sebelumnya atas masalah-masalah di India dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan transportasi online Uber dan Ola konsumen muda lebih nyaman menggunakan taksi ride-hailing yang mengikuti tren digital. Namun survei tidak menjelaskan bukan berarti generasi milenial enggan membeli mobil baru.




Para analis mengatakan industri otomotif India sedang menghadapi situasi sulit bukan disebabkan generasi milenial tak tertarik pada mobil. Menurut mereka industri manufaktur kendaraan sedang menghadapi guncangan yang lebih serius, meski tidak menjelaskan guncangan yang dimaksud.

Dengan populasi 1,3 miliar orang, India adalah pasar mobil terbesar keempat di dunia mengutip AFP, Senin (16/9).

Kendati pasar otomotif India cukup menonjol, namun industri India telah menjadi penyokong dalam sektor manufaktur sedang berada mengalami penurunan penjualan selama 10 bulan berturut-turut.




"Mobil (dengan harga) minimum yang bisa Anda peroleh saat ini mulai dari enam hingga tujuh lakh rupee (US$8.500-US$9.800/Rp119 juta-Rp137 juta)," kata mahasiswa universitas Somya Saluja.

"Jadi jauh lebih mudah [menggunakan transportasi online] daripada membeli mobil baru."

Konsultan Avanteum Advisors VG Ramakrishnan mengatakan alasan utama penurunan pasar otomotif adalah faktor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi India yang melambat sampai semester I 2019 berakhir yang menjadi terlemah dalam lima tahun salah satu pemicunya.

"Saya pikir perlambatan dipengaruhi keyakinan konsumen yang rendah dan pertumbuhan pendapatan benar-benar mempengaruhi dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Di satu sisi perlambatan penjualan kendaraan penumpang juga dipengaruhi aturan baru yang mengharuskan mobil mematuhi standar emisi dan keselamatan. Kondisi itu diyakini potensi mendongkrak harga jual mobil. Analis otomotif Karvy Stock Broking Mahesh Bendre menjelaskan setidaknya 40-45 persen pertambahan berbagai pajak yang harus dipikul konsumen.

"Mobil semakin menjadi tidak terjangkau sekarang karena begitu banyak pajak," ujar analis otomotif Karvy Stock Broking, Mahesh Bendre. (mik)