Amir Hamidi, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI mengatakan foto ular tersebut masih simpang siur dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia meragukan ular yang mati terpanggang tersebut memiliki panjang 10 meter.
"Informasi masih simpang siur ditulis di situ. Apa benar itu 10 meter?," ucap Amir saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika melihat dari ciri-ciri fisik, Amir mengatakan ular tersebut memang masuk kelompok pembelit Pythonide. Namun menurutnya panjang maksimal ular sanca kembang tidak mencapai 10 meter.
Dilihat dari ciri bentuk gigi, Amir mengatakan ular tersebut masuk dalam jenis ular Sanca Kembang. Ular tersebut memiliki gigi aglipa, yakni gigi berbisa yang biasa dimiliki oleh keluarga Piton.
Lihat juga:3 Teknik Untuk Memadamkan Karhutla |
"Harusnya verifikasi dulu itu tempatnya di mana, siapa yang ngambil fotonya, ukurannya berapa," ucapnya.
Sebelumnya beredar foto piton raksasa di media sosial yang menjadi korban kebakaran hutan di Kalimantan. Masyarakat setempat menyebutnya dengan ular Takalaluk dan kerap dikaitkan sebagai hewan mitologi yang selama ini tak pernah ditemui.
(ndn/evn)