Pesawat Starshade ini dilengkapi dengan tutupan besar yang datar dan digunakan untuk menghalangi cahaya bintang. Tutupan ini serupa dengan bunga yang sedang mekar dan menghalangi cahaya bintang. Sehingga teleksop itu bisa mendapat tampilan orbit planet yang lebih jelas.
"Jarak yang kita bicarakan untuk teknologi Starshade ini agak sulit untuk dibayangkan. Jika Starshade diperkecil maka teleskop akan berukuran seperti penghapus pensil dan akan dipisahkan dengan jarak 100 kilometer (dengan penutupnya)," terang Teknisi Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Michael Bottom dikutip dari laman resmi NASA, Rabu (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibuatnya Starshade berangkat dari temuan para peneliti yang menemukan ribuan eksoplanet namun belum ada peneliti NASA belum sempat meninjau temuan eksoplanet tersebut lebih jauh.
Starshade bakal disematkan Wide Field Survey Telescope (WFIRST), sebuah teleskop dengan cermin primer berdiameter 2,4 meter. WFIRST akan membawa teknologi pemblokiran cahaya bintang yang disebut coronagraph.
Teknologi Starshade dan coronagraph bekerja secara terpisah namun Bottom mengatakan WFIRST dapat mendeteksi keberadaan Starshade jika di luar jangkauan akibat cahaya bintang yang membentuk pola terang dan gelap di bagian depan teleskop.
"Bagi saya, suatu contoh yang bagus tentang bagaimana teknologi ruang angkasa menjadi semakin luar biasa. Kami menggunakan formasi terbang di ruang angkasa tiap kali sebuah kapsul berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata Manajer Kegiatan Pengembangan Teknologi Starshade NASA, Phil Willems. (din/eks)