Edukasi dan Fitur

Perbedaan Mobil Konsep, Prototipe, dan Produksi Massal

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 19:53 WIB
Perbedaan Mobil Konsep, Prototipe, dan Produksi Massal Mobil prototipe dari Astra Daihatsu Motor (ADM). (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istilah konsep, prototipe atau purwarupa, dan mobil produksi massal mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing terdengar. Istilah ini memang sering diucapkan produsen otomotif saat mereka berbicara tentang cikal bakal produk baru yang akan diluncurkan.

Dari istilah tersebut punya tujuan dan pengertiannya masing-masing. Bisa dikatakan ketiga istilah tersebut merupakan perjalanan panjang sebelum akhirnya suatu kendaraan dipasarkan. Seperti apa beda dari istilah tersebut, berikut penjelasannya.

Konsep


Dalam pengertian di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konsep mengandung arti yang beragam misalnya ide, rancangan, dan sebuah gambaran. Hal ini yang dibawa produsen otomotif pada suatu produk, namun terlebih dahulu berwujud konsep.

Konsep menjadi inovasi, gagasan, atau ide yang masih berbentuk rancangan pikiran. Ini jadi tahap awal dalam pembuatan kendaraan. Nantinya, konsep terus dikembangkan sampai dipasarkan ke konsumen. Konsep tidak bisa langsung dicetak atau diproduksi. Para insinyur harus memikirkan matang-matang konsep kendaraannya sebelum berlanjut ke tahap prototipe.

Dalam membuat konsep produsen juga harus mengukur segala kemungkinan, apakah ke depan ide 'liarnya' cocok direalisasikan atau tidak. Saat menunjukkan konsep, produsen memaparkannya masih dalam bentuk blueprint atau sekadar desain gambar.

Prototipe

Setelah dinyatakan lolos, selanjutnya produsen akan mewujudkannya ke bentuk nyata dalam bentuk prototipe. Waktu mewujudkan prototipe tergantung berapa lama para insinyur berkoordinasi atau melakukan koreksi terhadap konsep yang sudah dibuat. Prototipe dibuat sekaligus untuk menguji konsep yang telah dibuat.

Umumnya prototipe digunakan untuk menguji reaksi calon pembeli terhadap calon produk baru. Jika ada kekurangan atau tak sesuai dengan selera pasar, produsen lantas melakukan pengembangan dan penyempurnaan.

Sedangkan bagi konsumen, prototipe bisa berfungsi sebagai acuan, contekan, atau bocoran tentang produk yang akan keluar, sehingga mereka bisa merencanakan membeli mobil tersebut atau tidak. Dapat dilihat beberapa contoh prototipe dipajang di pameran otomotif.

Namun saat ini konsep atau prototipe sulit dibedakan. Penggunaan istilah ini sering 'diwakilkan', terkadang prototipe juga disebut kendaraan konsep.

Produksi Massal

Istilah terakhir produksi massal, yang menjadi proses akhir pengembangan kendaraan.

Produksi massal merupakan mobil-mobil yang sudah dijual, serta lulus uji kualitas dan kualifikasi dengan indeks penilaian yang ditetapkan, baik produsen itu sendiri atau lembaga lain yang terkait seperti pemerintah.

Produksi massal berarti prototipe yang dinilai sudah sesuai dengan keinginan produsen, calon konsumen dan lembaga terkait. Kendaraan itu sudah bisa diproduksi dalam jumlah banyak serta dipasarkan ke masyarakat, mengutip SevaId. (ryh/mik)


BACA JUGA