3 Kisah Sukses Startup Jadi Unicorn

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 14:05 WIB
Ilustrasi Alibaba. (CNN Indonesia/ Yusuf Arifin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Membangun startup menjadi sebuah unicorn bukanlah pekerjaan mudah. Tak terhitung ratusan bahkan ribuan startup di seluruh dunia yang terpaksa gulung tikar sebelum menyandang predikat 'unicorn'.

Namun, di antara ribuan yang gagal masih ada ratusan yang bertahan hingga menjadi decacorn. Berikut kisah startup yang berhasil dan diakui di mata dunia.

1. Alibaba


Jack Ma, pendidiri Alibaba mengisahkan jatuh bangun berdirinya raksasa e-commerce Alibaba. Tahun lalu, ketika datang ke Indonesia, dia sempat berbagi kisah tersebut.

Bermula sebagai perusahaan kecil, Ma bekerja siang dan malam mengembangkan Alibaba Grup. Menurutnya, semua orang perlu percaya dengan masa depan yang lebih baik.

"Seorang pengusaha harus memiliki kepercayaan sehingga tidak memiliki ketakutan kalau Anda memiliki masalah," ucap Jack Ma.

Tak hanya cukup dengan kepercayaan, seorang pengusaha juga perlu memiliki prinsip hidup yang kuat. Sebagai pemilik e-commerce, Ma sadar dirinya perlu menomorsatukan konsumen-- namun tak melupakan karyawannya.
"Jadi konsumen nomor satu, karyawan nomor dua, dan kepercayaan dari kedua-duanya adalah nomor tiga," jelas Ma.

Pemilik nama asli Ma Yun ini yakin saat memiliki 30 karyawan pertamanya bisa bekerja bersama-sama mengembangkan perusahaan. Namun, ia tak menyebut jika 30 orang tersebut sebagai yang terbaik.

"Memang tidak ada yang terbaik, tapi mereka berlatih untuk menjadi yang terbaik," imbuhnya.

Dua tahun lalu saat berkunjung ke Afrika, ia menuturkan melihat potensi besar untuk mengembangkan bisnis di sana. Menurutnya, penduduk Afrika memiliki semangat tinggi dan tidak memiliki rasa takut.
"Nanti kami undang seribu (warga Afrika) dalam lima tahun ke depan datang ke Ghuangzho untuk pelatihan, kami akan ajak mereka ke pertanian China, lalu bagaimana kami membangun sistem pembayaran," jelasnya.

Dengan demikian, ribuan masyarakat Afrika akan melakukan pelatihan di markas besar Alibaba. Setelah itu, mereka bisa kembali ke Afrika dan membangun usaha digital seperti Alibaba.

"Mungkin nanti akan ada banyak Alipay dan Alibaba di Afrika," pungkas Ma.

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2 3




BACA JUGA