Ide Grab datang ketika Tan masih duduk di bangku kuliah di Harvard Business School Amerika Serikat. Sang kawan mengeluhkan betapa perempuan sangat sukar mendapatkan taksi di Malaysia.
Pertanyaan itu kemudian memicu ide-ide di kepala Anthony. Sampai akhirnya pada 2012 ia bersama temannya Tan Hooi Ling membuataplikasi layanan pemesanan taksi yang diberi nama MyTeksi, yang tak lama kemudian ia ubah menjadi GrabTaxi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka meraih status decacorn pada awal 2019. Grab menjadi perusahaan rintisan (start-up) pertama dari Asia Tenggara yang berhasil merebut status itu.
Pada level decacorn, grab bersanding dengan perusahaan-perusahaan ternama lain di dunia seperti Uber, AirBnb, Lyft, Space X hingga Pinterest dengan keberhasilannya.
Grab naik ke level decacorn setelah akhir tahun lalu mengantongi pendanaan Rp70,71 triliun (US$5,05 miliar) sehingga total valuasi (nilai perusahaan) mencapai lebih dari US$11 miliar (Rp158,6 triliun).