Raksasa Otomotif Jepang Gandeng UGM Bikin Biodiesel 'Murah'

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 09:13 WIB
Raksasa Otomotif Jepang Gandeng UGM Bikin Biodiesel 'Murah' Uji bahan bakar biodiesel B30 dilakukan dengan melibatkan mobil-mobil mesin diesel yang dijual di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Indonesia menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mengembangkan biodiesel 'murah' dan berkualitas. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama mengembangkan kemitraan pendidikan dan penelitian khususnya di sektor otomotif.

Salah satu bentuk kerja sama, yaitu pengembangan energi baru dan terbarukan. Peneliti UGM bertugas mengkaji teknologi pembuatan biodiesel dari kelapa sawit yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, namun dengan harga terjangkau.

Indonesia terus menggenjot melakukan perluasan penggunaan bahan bakar B20 menjadi Biodiesel 30 persen atau B30.


Bahan bakar B30 rencananya mulai berlaku tahun depan. Uji coba sedang berlangsung dengan melibatkan mobil-mobil diesel yang dijual di Tanah Air. Uji coba B30 direncanakan selesai pada bulan depan.

Selain itu di bidang produktivitas dan efisiensi, peneliti UGM mengkaji upaya pembentukan ekosistem yang dapat mendukung inkubasi dan pertumbuhan Industri Menengah dan Kecil (IKM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Peneliti UGM juga akan mengembangkan kompetensi SDM berbasis industri dengan membangun robot industri berbasis kecerdasan buatan.

"Industri Indonesia dituntut terus meningkatkan daya saing agar bisa memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia. Kami yakin bahwa salah satu kunci utama untuk mencapainya adalah dengan kemitraan yang erat dengan akademisi," kata Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono dalam keterangan resmi dikutip, Senin (23/9).

Toyota dan UGM, MoU juga ditandatangani oleh Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian Endang Suwartini, serta Kepala Subdirektorat Pengembangan Teknologi Industri Bahan Baku dan Mineral Maju Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Juhartono.

Riset Toyota dan UGM akan berlangsung selama enam bulan ke depan dan hasilnya, selain menjadi kajian ilmiah juga akan didesiminasi ke industri-industri terkait. (ryh/mik)