Hooq Tanggapi Soal Apple TV+ hingga Netflix

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 05:23 WIB
Hooq menanggapi soal kehadiran Apple TV+ yang makin mempersengit persaingan layanan video on demand yang dipelopori Netflix itu. Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Country Head Hooq Indonesia, Guntur Siboro mengatakan pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan persaingan video on demand yang makin sengit akibat makin maraknya pemain. Terlebih lagi, Apple baru saja merilis Apple TV+ serupa Netflix.

"Ya tidak apa-apa, kita bisa saja membuat macam-macam konten tapi perlu anggaran yang tidak murah," kata dia kepada awak media di Jakarta, Kamis (19/9).

Lebih lanjut kata Guntur, konten atau karya merupakan sebuah ide yang tidak bisa dibatasi maka wajar jika layanan video on demand kian bermunculan salah satunya untuk menyuguhkan konten produksi sendiri.


"Anda kira Netflix bisa memproduksi segala konten? Tidak bisa, makanya Disney dan Apple TV buat sendiri. Sebab, pada dasarnya konten adalah ide yang tidak bisa dibatasi," terangnya.

Sebelumnya, dalam event tahunan Apple, CEO Apple Tim Cook mengumumkan pembeli iPhone baru akan diberikan gratis berlangganan selama satu tahun Apple TV+.

Diluncurkan pada 1 November di 100 negara, Apple TV + berjanji untuk meluncurkan acara baru setiap minggu dan telah mengumumkan drama "See" yang dibintangi Jason Momoa, "The Morning Show," dengan Reese Witherspoon dan Jennifer Aniston, dan "Helpsters", serial anak-anak dari pembuat "Sesame Street."

Tapi itu masih jauh dari 700 pertunjukan terpisah yang dibuat Netflix tahun lalu, termasuk lusinan dalam daftar top 100 AS yang paling banyak ditonton. Pelopor streaming juga dilaporkan berencana untuk meningkatkan pengeluaran hingga US$15 miliar tahun ini di sini

"Apple terutama berfokus pada penjualan langganan ke layanan lain (mis. HBO, Showtime) dan sedikit berfokus pada konten asli," kata Daniel Morgan, manajer portofolio di Synovus Trust Company di Atlanta yang saat ini memiliki saham Apple.

Fokus utama Apple dengan proyek ini mungkin terbukti menjaga penjualan iPhone dan iPad tetap sama besarnya dengan memasuki perang streaming yang mahal. (din/eks)