Menurut Anies kejadian itu sebaiknya ditanyakan ke Kementerian Sekretariat Negara.
"Kalau GBK ceknya ke Setneg ya, karena pengelolaannya di bawah mereka," ucapnya kepada awak media di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Protes di media sosial berawal dari salah satu netizen yang mempertanyakan kepada pengelola GBK terkait perizinan aktivitas mobil performa itu melalui Twitter. Aktivitas itu dianggap berbahaya dan menurut dia GBK bukan tempat untuk kebut-kebutan.
[Gambas:Twitter]
Pihak pengelola GBK kembali menegaskan bahwa aktivitas itu sengaja dilakukan pada siang hari di ring road station utama GBK karena sedang tidak banyak kegiatan masyarakat.
"Ya jadi pada waktu kejadian itu sudah dijaga, pintu tertutup dan sebagainya. Bukan berarti tidak ada orang sama sekali, tetapi yang berolahraga pada jam itu tidak ada lagi karena pada siang hari terjadinya," ucap Winarto.
[Gambas:Video CNN] (din/mik)