Wakil Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Hamdan mengatakan kota pintar sudah menjadi sebuah keharusan terutama kebutuhan akan akses internet.
"Smart City sudah menjadi keharusan, kebutuhan akan internet sesuatu yang wajib. Internet yang setiap saat bisa kita akses tidak lambat dan tidak ada blank spot," ujar Hamdan di kediamannya di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya bagaimana kondisi jaringan internet di PPU, Hamdan menyebut saat ini telah membangun WiFi Corner di beberapa titik di wilayahnya. Meskipun jaringan terkadang kurang bagus.
"Di beberapa titik di desa-desa kami bangun WiFi corner, di sana masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas internet. Walaupun jaringan timbul tenggelam," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut Kalimantan harus direncanakan untuk menjadi 'pintu gerbang' untuk koneksi internet Indonesia ke dunia internasional.
"Mungkin 5-10 tahun lagi ada pintu gerbang ke internasional dari Kalimantan. Mungkin dirancang seberapa besar trafik karena nanti kalau ibu kota pindah, ada jutaan orang penghuni baru," kata Rudiantara.
Ketika ini terealisasi, Rudiantara mengatakan akses internet akan semakin cepat dan semakin handal. Sebab, selama ini menurutnya koneksi internet di Kalimantan ke dunia internasional mesti melewati Jakarta terlebih dulu.
Koneksi yang tidak langsung ini membuat koneksi internet Kalimantan ke layanan situs internasional jadi lebih lambat.
"Jadi (nantinya) tidak lagi trafik itu tidak lagi dari Kalimantan dibawa ke Jakarta, dari Jakarta ke Singapura. Atau bawa ke Sulawesi nanti dari Manado ke Pasifik," katanya.
[Gambas:Video CNN] (din/age)