Mafindo Ungkap Tiga Jurus Tangkal Rusuh Wamena Terulang

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 13:44 WIB
Mafindo memberikan tiga rekomendasi agar kerusuhan di Wamena, Papua tidak terulang lagi Kerusuhan di Wamena, Papua. (Foto: AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memberikan tiga rekomendasi agar kerusuhan di Wamena, Papua tidak terulang lagi.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan mudahnya akses informasi melalui perangkat digital belum diiringi dengan pengetahuan pemilahan informasi yang benar. Padahal pemilahan informasi diperlukan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

"Masyarakat harus tahu, informasi sekecil apa pun, jika keliru dan dibalut menjadi ujaran kebencian, ia berpotensi memicu kerusuhan massa," ujar Septiaji dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (24/9).


Pertama, Septiaji menyarankan agar membentuk Hoax Crisis Center (HCC) untuk mencegah kejadian di Wamena. HCC melibatkan tokoh masyarakat lintas suku atau agama, pemerintah pusat dan daerah, jurnalis, kepolisian, dan organisasi masyarakat sipil.

Tujuannya adalah agar masyarakat atau tokoh daerah memiliki satu tempat untuk klarifikasi atas informasi yang berpotensi meresahkan publik.

"HCC ini bukanlah lembaga formal, namun berupa jejaring yang bisa cepat memonitor isu viral di masyarakat, mencari klarifikasinya, dan bersama mendistribusikan klarifikasinya," katanya.

Septiaji mengatakan HCC pernah dibuat oleh Mafindo di Kalimantan Barat ketika Pilgub 2018 lalu. Mafindo membuat HCC bersama jejaring aktivis dan para tokoh masyarakat, bersinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian.

"Upaya ini dinilai berhasil oleh beberapa pihak, di antaranya Bawaslu Kalbar, Sydney Jones dari IPAC, untuk meredam potensi konflik di Kalimantan Barat pasca Pilgub 2018," ujarnya.

Kedua, memperbanyak edukasi literasi digital. Septiaji mengatakan dengan semakin banyaknya perangkat digital, harus disertai dengan membekali penggunanya.

Baginya, edukasi literasi digital  penting untuk membangun ketahanan informasi masyarakat sehingga tidak mudah menjadi korban adu domba pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Bagaimana perangkat digital itu seharusnya digunakan, baik untuk membangun konten positif, maupun untuk mengenali dan melawan konten negatif, termasuk hoaks dan ujaran kebencian," ungkapnya.

Ketiga Septiaji menyarankan agar gerakan persaudaraan dan silaturahmi di dunia nyata digalakkan. Ia mengatakan sangat penting tali silaturahmi diperbanyak untuk mencegah timbulnya kecurigaan yang muncul di antara anak bangsa yang sangat beragam.

"Hoaks akan cenderung subur di tengah kebencian, dan seringkali fakta yang keluar sesudah hoaks beredar, sulit diterima oleh mereka yang sudah termakan hoaks," katanya.

Septiaji berharap pemerintah diharapkan memperbanyak fasilitasi pertemuan antar masyarakat dan para tokoh, sehingga kecurigaan yang mudah muncul melalui media sosial, bisa diredam dengan baik.

"Kami mengapresiasi semua pihak, baik pemerintah, penegak hukum, tokoh masyarakat yang saat ini tengah bekerja keras untuk mengatasi situasi pasca rusuh di Wamena," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)