Arief mengatakan hal tersebut menanggapi peretasan yang dialami oleh situs Kementerian Dalam Negeri, DPR, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam waktu yang berdekatan.
"Tetapi memang tingkat keamanan web dari hampir seluruh website milik K/L & BUMN adalah rentan untuk diretas dan rata-rata memiliki nilai yang rendah. Akhir 2017 lalu, teridentifikasi hampir 98 persen website K/L & BUMN kurang lebih 248 memiliki tingkat keamanan web yang rendah," kata Arief ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/9).
Lihat juga:Situs KPAI Diretas |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief mengatakan sebelum melakukan peretasan, peretas akan melakukan evaluasi tingkat keamanan dari sebuah situs . Apabila tingkat keamanan rendah, maka peretas akan menargetkan situs tersebut.
Lihat juga:Situs DPR Down |
"Jika rendah, barulah mereka akan mengeksplorasi pada titik-titik mana kelemahannya. Titik lemah inilah yg merupakan pintu bagi peretas untuk bisa melakukan pembajakan atau pengambilalihan sistem," katanya. (jnp/age)