NASA: Sebagian Orang Tak Siap Temukan Kehidupan di Mars

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 11:51 WIB
NASA: Sebagian Orang Tak Siap Temukan Kehidupan di Mars Ilustrasi kehidupan di Mars. (Foto: AFP PHOTO / KARIM SAHIB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua misi pencarian tanda-tanda kehidupan di Planet Mars akan segera dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Antarika Eropa (ESA) dua tahun lagi.

Namun, masih banyak orang yang tidak siap dengan penemuan tersebut.

Menurut Kepala Ilmuwan NASA Jim Green, pihaknya hampir menemukan kehidupan di Mars namun orang-orang di Bumi tidak siap untuk sebuah penemuan yang revolusioner. Kedua misi tersebut dijadwalkan akan mendarat di Mars pada Maret 2021.


Green menambahkan, penemuan kehidupan eksra-terestrial di Mars ini dapat memberikan sejumlah pertanyaan baru bagi ilmuwan seputar Mars untuk diteliti lebih lanjut. Misalnya seperti bagaimana kehidupan di Mars dapat dikaitkan dengan kehidupan di Bumi.
"Bisakah kehidupan berpindah dari satu planet ke planet lain atau apakah kita memiliki percikan dan lingkungan yang tepat dan percikan itu menghasilkan kehidupan berdasarkan pada lingkungan kimia di mana ia berada?" kata Green dikutip dari Indian Express.

Ia pun menjelaskan, hasil penemuan yang menunjukkan fakta bahwa terdapat tanda-tanda air di Mars memungkinkan adanya peradaban lain.

"Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa tidak ada peradaban di tempat lain, karena kami menemukan exoplanet di semua tempat," katanya.

Dilansir dari Indian Express, misi ESA yang bernama ExoMars 2020 ini akan membawa robot penjelajah atau rover Rosalind Franklin yang akan melakukan pengeboran ke inti Mars untuk mengambil sampel tanah. Misi ini bertujuan untuk mencari kemungkinan adanya kehidupan ekstra-terestirial di Mars.

Sementara Misi Mars 2020 milik NASA juga akan melakukan pengeboran bebatuan di Mars dan akan mengirim sampelnya ke bumi. (ndn/age)