Namun, masih banyak orang yang tidak siap dengan penemuan tersebut.
Menurut Kepala Ilmuwan NASA Jim Green, pihaknya hampir menemukan kehidupan di Mars namun orang-orang di Bumi tidak siap untuk sebuah penemuan yang revolusioner. Kedua misi tersebut dijadwalkan akan mendarat di Mars pada Maret 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menjelaskan, hasil penemuan yang menunjukkan fakta bahwa terdapat tanda-tanda air di Mars memungkinkan adanya peradaban lain.
Lihat juga:NASA Teken Kontrak Kapsul ke Bulan Rp42 T |
Dilansir dari Indian Express, misi ESA yang bernama ExoMars 2020 ini akan membawa robot penjelajah atau rover Rosalind Franklin yang akan melakukan pengeboran ke inti Mars untuk mengambil sampel tanah. Misi ini bertujuan untuk mencari kemungkinan adanya kehidupan ekstra-terestirial di Mars.
Sementara Misi Mars 2020 milik NASA juga akan melakukan pengeboran bebatuan di Mars dan akan mengirim sampelnya ke bumi. (ndn/age)