Mengenal Planet 9, Objek Misterius di Sabuk Luar Tata Surya

CNN Indonesia | Sabtu, 05/10/2019 07:42 WIB
Mengenal Planet 9, Objek Misterius di Sabuk Luar Tata Surya Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para ilmuwan selama bertahun-tahun ini menduga terdapat objek misterius yang diduga merupakan planet besar yang mengorbit di sekitar Sabuk Kuiper.

Sabuk kuiper adalah gugusan asteroid yang sangat luas yang mengorbit setelah planet Neptunus. Mereka menyebut objek misterius ini sebagai Planet 9. Namun, hingga kini belum ada yang dapat membuktikan keberadaan planet tersebut.

Planet 9 atau Planet X ini terletak di sebuah wilayah di tata surya yang ada di luar delapan planet utama atau di luar Neptunus yang disebut Sabuk Kuiper.


Sabuk Kuiper membentang dari orbit Neptunus hingga sekitar 50 Unit Astronomi (AU) dari Matahari (1 AU setara dengan jarak Bumi ke Mahatahari atau sekitar 150 juta kilometer). Dengan menggunakan sistem komputer, diperkirakan Planet 9 memiliki massa 5 hingga 10 kali Bumi.

Di dalam Sabuk Kuiper terdapat bebatuan, es, komet, dan planet kerdil seperti Pluto atau yang disebut Objek Sabuk Kuiper (KBO).

Awal munculnya isu Planet 9

Lantas bagaimana isu mengenai keberadaan Planet 9 ini muncul pertama kali? Hal ini bermula pada 2016 ketika pemburu planet asal California Institute of Technology (Caltech) Konstantin Batygin dan Mike Brown menemukan keanehan pada objek trans-Neptunus yang sangat jauh.

Dilansir dari Space, Batygin dan Brown awalnya meneliti orbit berbentuk elips dari enam objek di Sabuk Kuiper. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa semua objek Sabuk Kuiper punya orbit elips yang sama dan kemiringannya 30 derajat di bandingkan kedelapan planet yang mengelilingi matahari.

Kemiringan orbital mereka juga menunjukkan hal yang tak biasa. Gerakan mereka seperti dikendalikan oleh interaksi gravitasi yang lebih besar.

Teori tersebut memang tidak secara langsung menunjukkan keberadaan Planet 9. Pun mereka belum berhasil menemukan planet itu.Tetapi, "... itu menunjukkan bahwa hipotesis bersandar pada landasan yang kuat," kata Brown, dilansir EarthSky.

Adanya gravitasi yang mengikat dan membuat orbital enam objek ini membuat Batygin dan Brown berhipotesis ada planet yang belum ditemukan setelah Neptunus. Dari hipotesis inilah, perburuan para ilmuwan untuk menemukan planet 9 pun dimulai.

Lubang hitam

Namun, penelitian teranyar diumumkan astronom Jakub Scholtz dari Universitas Durham dan James Unwin dari Universitas Illinois di Chicago pada 24 September 2019. Menurut mereka Planet 9 sebenarnya adalah sebuah lubang hitam purba. Karena itulah, sampai saat ini belum ada peneliti yang berhasil menemukan planet 9.

Ke depannya, para peneliti masih akan terus mengupayakan pencarian Planet 9. Diperkirakan keberadaan planet itu akan segera ditemukan dalam satu dekade ke depan. Jika selama ini para ilmuwan gagal menemukan Planet 9 menggunakan Panoramic Survey Telescope dan Rapid Response System (Pan-STARRS), maka Teleskop Large Synoptic Survey akan siap digunakan pada 2020 mendatang. (ndn/eks)


BACA JUGA