Gambar tersebut menunjukkan fakta bahwa permukaan Ryugu ternyata tidak memiliki debu. Kondisi Ryugu ini terbilang aneh karena pada umumnya, debu akan menumpuk di permukaan asteroid akibat goresan di luar angkasa.
Dikutip dari NewScientist, ilmuwan menemukan komposisi Ryugu mirip dengan sekelompok meteorit yang disebut kondroitit karbon pada pengamatan sebelumnya. Jenis karbon tersebut ditemukan kurang dari 5 persen dari meteorit yang pernah jatuh ke bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ditemukan pula dua jenis bebatuan pada permukaan Ryugu. Batu tersebut bertekstur kasar dan gelap dan satu lagi terang dan halus.
Beberapa penjelasan terkait kondisi tersebut dipaparkan oleh Ralf. Menurutnya, bisa jadi debu tidak terlihat karena asteroid terguncang ketika menjelajahi luar angkasa sehingga membuat debunya masuk ke bagian dalam asteroid.
Untuk mendapatkan gambar ini, sebelumnya MASCOT menumpang pesawat ruang angkasa Hayabusa 2 milik Jepang yang sampai di asteroid Ryugu pada Oktober 2018 lalu. (eks/eks)