Peneliti Sebut Anomali, Asteroid Ryugu Tak Berdebu

tim, CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 14:20 WIB
Peneliti Sebut Anomali, Asteroid Ryugu Tak Berdebu Rover tak berawak Hayabusa-2 mendarat di permukaan asteroid Ryugu (Courtesy of JAXA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gambar asteroid Ryugu yang diambil oleh German-French Mobile Asteroid Surface Scout (MASCOT) menunjukkan sejumlah fakta baru. Terdapat anomali pada permukaan asteroid yang rencananya akan diledakkan peneliti Jepang. Sebab, peneliti tidak menemukan lapisan debu dipermukaan Ryugu seperti benda luar angkasa lain pada umumnya.

Gambar tersebut menunjukkan fakta bahwa permukaan Ryugu ternyata tidak memiliki debu. Kondisi Ryugu ini terbilang aneh karena pada umumnya, debu akan menumpuk di permukaan asteroid akibat goresan di luar angkasa.

Dikutip dari NewScientist, ilmuwan menemukan komposisi Ryugu mirip dengan sekelompok meteorit yang disebut kondroitit karbon pada pengamatan sebelumnya. Jenis karbon tersebut ditemukan kurang dari 5 persen dari meteorit yang pernah jatuh ke bumi.


"Bahan ini adalah bahan primitif - bahan pertama dari nebula matahari," atau awan debu dan gas antar bintang yang membentuk planet-planet sistem kami, kata Jaumann, seorang peneliti seperti dikutip AFP.

Selain itu ditemukan pula dua jenis bebatuan pada permukaan Ryugu. Batu tersebut bertekstur kasar dan gelap dan satu lagi terang dan halus.

Studi yang dilakukan di Pusat dirgantara Institut Ilmu Keplanetan Jerman ini membuat sejumlah peneliti terkejut dengan kandungan pada Ryugu.

"Mampu melihat inklusi warna cerah yang berbeda di batu, permukaan yang rapuh dan tekstur yang halus adalah luar biasa," tambahnya.

Beberapa penjelasan terkait kondisi tersebut dipaparkan oleh Ralf. Menurutnya, bisa jadi debu tidak terlihat karena asteroid terguncang ketika menjelajahi luar angkasa sehingga membuat debunya masuk ke bagian dalam asteroid.

Untuk mendapatkan gambar ini, sebelumnya MASCOT menumpang pesawat ruang angkasa Hayabusa 2 milik Jepang yang sampai di asteroid Ryugu pada Oktober 2018 lalu. (eks/eks)


BACA JUGA