BMKG: Terjadi 1.017 Gempa Susulan Pasca Gempa Ambon

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 18:55 WIB
BMKG: Terjadi 1.017 Gempa Susulan Pasca Gempa Ambon Dampak gempa Ambon (AISYAH PUTRI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap hingga pukul 13.00 WIB hari ini (4/10) telah terjadi 1.017 gempa susulan di Ambon, Haruku, dan Kairatu, Maluku setelah gempa gempa dengan magnitudo 6,5 yang terjadi pada Kamis 26 September lalu.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan masyarakat merasakan 111 gempa dari total 1.017 gempa susulan tersebut.

"Hingga hari ini Jumat 4 Oktober 2019 pukul 13.00 WIB sudah terjadi gempa susulan sebanyak 1.017 kali dan gempa susulan yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 111 kali," kata Daryono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/10).


Daryono mengatakan banyaknya jumlah gempa susulan tersebut merupakan hal yang wajar. Pasalnya setiap gempa kuat lazim diikuti serangkaian gempa susulan.

"Banyaknya gempa susulan mencerminkan karakteristik kondisi batuan di zona gempa yang rapuh atau brittle. Namun, patut disyukuri bahwa hasil monitoring BMKG menunjukkan tren frekuensi kejadian gempa susulan semakin mengecil," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan wilayah Indonesia juga memiliki kompleksitas tektonik karena banyaknya sebaran sumber gempa baik yang bersumber dari zona subduksi megathrust maupun dari sesar aktif.

Selain sumber gempa megathrust, wilayah Indonesia terdapat lebih dar 295 sesar aktif, termasuk yang belum teridentifikasi hingga saat ini.

"Wilayah Indonesia merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Disebut sangat aktif karena dalam setahun ribuan gempa terjadi di Indonesia," katanya (jnp/eks)